Dari Mana Asal-usul Nama Kerajaan Ubur-ubur?

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 14 Agu 2018 12:52 WIB
Foto: Pejabat Kerajaan Ubur-ubur (Bahtiar/detikcom)
Serang - Kerajaan Ubur-ubur di lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Banten membuat resah warga. Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus turun langsung bersama kepolisian untuk mengecek dugaan adanya penyebaran aliran diduga menyimpang tersebut.

Pada Selasa (14/8/2018) dua orang pengurus Kerajaan Ubur-ubur dipanggil oleh pihak Polres Serang Kota. Pertama adalah Sony selaku seksi keamanan dan Nursalim sebagai Ketua Program Kerajaan Urusan Ritual dan lain-lain.

Dari kedua orang tersebut yang diperiksa, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan pimpinan mereka menggunakan nama Kerajaan Ubur-ubur hanya sekedar penamaan. Ada 8 pengikut tetap yang ikut dalam setiap kegiatan Aisyah dan suaminya.

"Sementara ini hanya nama-namaannya saja," ujar Komarudin kepada detikcom, Serang, Banten, Selasa (14/8/2018).

Di kelompok mereka, Aisyah menurutnya meminta sumbangan kepada setiap anggota. Jumlahnya tidak ditentukan dan hanya sukarela untuk mendukung kegiatan Kerajaan Ubur-ubur.

"Belum ada indikasi ke arah penipuan, kalaupun ada iuran, itu sebatas sukarela," katanya.

Polisi menurutnya terus mendalami Kerajaan Ubur-ubur yang membuat resah warga. Termasuk apakah ada unsur penistaan agama oleh kelompok tersebut. Rencananya, pemanggilan akan terus dilakukan sampai kepada pimpinan kerajaan.


Simak Juga 'Geger Kerajaan Ubur-ubur, Begini Ajarannya':

[Gambas:Video 20detik]

(bri/asp)