DetikNews
Jumat 10 Agustus 2018, 01:05 WIB

Laporan Dari Mekah

Resmi, Ini 4 Tempat Pembayaran Dam dan Kurban untuk Jemaah Haji

Fajar Pratama - detikNews
Resmi, Ini 4 Tempat Pembayaran Dam dan Kurban untuk Jemaah Haji Penyembelihan hewan untuk dam di Pasar Kakiyah Mekah/Fajar detikcom
Mekah - Jemaah haji Indonesia tak perlu bingung mengenai cara membayar dam dan berkurban di tanah haram. Ada 4 saluran resmi pembayaran yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi dengan bekerja sama dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

"Tempat pembayaran ini untuk pembayaran hewan kurban dan fidyah," kata Kepala Daker Mekah Endang Jumali di kantornya, Syisyah, Mekah, Kamis (9/8/2018).

Endang mengeluarkan surat edaran resmi berkaitan dengan pengumuman tempat pembayaran dam dan kurban ini. Empat tempat itu di antaranya Kantor Pos Arab Saudi, Bank Al Rajhi, Badan Amal Jamiyah Hadiyat Al Hajj Muktamir Al Khayriyah dan Badan Amal Jamiyah Namaa Al Khayriyah.

Jemaah yang melakukan haji tamattu', seperti dari Indonesia, diwajibkan membayar dam nusuk. Ibadah haji jenis ini, pada intinya setelah ihram, jemaah melaksanakan umrah wajib. Ihram --bersama ketentuan mengikat yang menyertainya-- kemudian dilepas hingga puncak haji. Jemaah baru kembali berihram ketika wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, jumrah aqabah, dan tawaf ifadah.

Endang mengatakan tempat pembayaran resmi itu merujuk dari hasil rapat yang dihadiri perwakilan Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI), Islamic Developmant Bank (IDB), Pos Arab Saudi dan Al Rajhi Bank. Dalam pertemuan itu dinyatakan harga kupon dam adalah 475 real.



"Sudah kami minta untuk buka di gerai yang ada di sektor-sektor," ujar Endang.

Endang mengatakan, pembayaran dam lewat lembaga-lembaga itu, kata dia, bermanfaat untuk memudahkan jemaah haji Indonesia. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga mengijinkan IDB untuk membuka gerai di hotel JCH Indonesia sehingga semakin memudahkan calon haji untuk membayar dam.

Mengenai tempat pembayaran dam, Endang mengatakan tempat pembayaran dam diserahkan kepada masing-masing jamaah. Alasannya, terdapat jamaah yang lebih suka membayar dam yang dikoordinasi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji ataupun secara mandiri.
(fjp/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed