DetikNews
Kamis 09 Agustus 2018, 18:49 WIB

Laporan Dari Mekah

Tarwiyah Boleh, Tapi Jemaah Haji Tanggung Jawab pada Diri Sendiri

Fajar Pratama - detikNews
Tarwiyah Boleh, Tapi Jemaah Haji Tanggung Jawab pada Diri Sendiri Foto: Kadaker Mekah Endang Jumali/Fajar Pratama detikcom
Mekah - Dari tahun ke tahun, selalu ada jemaah haji dari Indonesia yang melaksanakan ibadah tarwiyah pada 8 Dzulhijah. Panitia Penyelenggara Ibadha Haji (PPIH) telah membuat ketentuan mengenai pelaksanaan ibadah ini. Tidak dilarang namun jemaah harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Tarwiyah adalah melakukan napak tilas perjalanan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW. Jamaah Tarwiyah akan melakukan perjalanan dari Mekah ke Mina sejauh 14 kilometer. Lalu, setelah itu perjalanan berlanjut keesokan harinya dari Mina ke Arafah untuk bergabung dengan jamaah lainnya yang berangkat dari Mekah, langsung ke Arafah untuk menjalani wukuf.

Ada jemaah haji yang menempuh perjalanan tarwiyah dari Mekah-Mina itu dengan jalan kaki. Ada pula yang naik bus.

Kepala PPIH Daker Mekah Endang Jumali membuat surat edaran mengenai ketentuan ibadah tarwiyah. Ada 4 poin dalam edaran itu.

"Saya sudah membuat surat edarannya. Sudah disampaikan ke jemaah melalui sektor-sektor," ujar Endang di kantornya, di Syisyah, Mekah, Kamis (9/8/2018).



Pada poin pertama disebutkan, pada prinsipnya pemerintah Indonesia tidak melaksanakan program Tarwiyah. Bagi jemaah haji yang melaksanakannya agar mempertimbangkan faktor kesiapan fisik dan risiko keselamatan diri mengingat masih banyaknya rangkaian ibadah haji yang bersifat wajib dan rukun haji yang belum dilaksanakan.

Kemudian di poin kedua, Endang meminta jemaah yang ingin melaksanakan tarwiyah untuk berkoordinasi dengan maktab. Selanjutnya, maktab harus berkoordinasi lebih lanjut dengan muasasah.

Tarwiyah Boleh, Tapi Jemaah Haji Tanggung Jawab pada Diri SendiriFoto: Surat ketentuan PPIH soal ibadah Tarwiyah


Lalu di poin tiga, jemaah tarwiyah diminta untuk mengajukan permohonan kepada ketua kloter dengan persetujuan dari kepala sektor. Dan laporan mengenai izin ini disampaikan ke Kadaker Mekah.

Di poin keempat atau terakhir, disebutkan pelaksana tarwiyah diminta untuk membuat surat pernyataan bahwa segala aktivitas yang berakibat pada keselamatan dan kerugian material, menjadi tanggung jawab diri sendiri.
(fjp/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed