DetikNews
Rabu 08 Agustus 2018, 11:17 WIB

Sandiaga: Warga Taman Kota Jangan Bangun Rumah, Nanti Kita Bongkar

Indra Komara - detikNews
Sandiaga: Warga Taman Kota Jangan Bangun Rumah, Nanti Kita Bongkar Permukiman warga di Taman Kota yang hangus terbakar beberapa waktu lalu (Foto: Muhammad Abdurrosyid/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melarang warga Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat untuk membangun rumah kembali pascakebakaran. Sandiaga mengatakan rumah yang sudah dibangun di lahan tersebut bisa dibongkar, karena tidak ada izin dari Pemprov.

"Saya sudah perintahkan waktu itu dan setelah kebakaran berkoordinasi dengan wilayah setempat, kita minta perlu ada pesan yang tegas pada masyarakat bahwa mereka akan direlokasi ke rusun dan jangan membangun di situ, baik secara semi permanen maupun permanen. Karena itu tempat akan difungsikan sebagai ruang terbuka," ujar Sandiaga di SMK Negeri 27 Jakarta, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).


"Jadi saya sekarang dikasih tahu hanya ada dua KK yang ambil kunci (rusun) dan 7 (KK) yang kembalikan kuncinya karena di sana dilakukan pembangunan rumah permanen atau semi permanen. Saya ingatkan bahwa kita kemarin sudah membantu dengan memberikan baziz agar dana itu jangan digunakan untuk beli alat material untuk membangun, justru nanti akan kita bongkar," sambungnya.

Pascakebakaran, warga Taman Kota diminta untuk pindah ke Rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat. Namun warga menolak pindah karena sudah mendapat izin membangun rumah kembali.

Saat dimintai konfirmasi, Sandiaga tegas mengatakan Pemprov DKI tak memberi izin membangun rumah permanen atau semi permanen. Bahkan, pemprov juga tak memberi izin usaha di lokasi yang terbakar itu.

"Nggak ada izin, itu tanah negara dan ruang terbuka, dan itu sudah puluhan tahun di sana. Waktu izin itu sebelum lebaran bahwa mereka ada beberapa izin berusaha di sana dan tidak diberikan izinnya, tapi kita sampaikan silakan pindah ke tempat yang sudah disediakan pemprov yaitu di rusun," kata Sandi.

Sandi menuturkan bakal berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Barat mencarikan solusi. Dia ingin warga Taman Kota tetap pindah ke rumah susun.

"Saya nanti bicara sama Pak Wali Kota bagaimana penanganan yang paling baik. Intinya masyarakat tahu solusinya pindah ke tempat yang sudah disediakan atau menyewa di sekitar situ dan itu uangnya bisa kita bantu melalui Baziz," terangnya.


Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana merelokasi korban kebakaran di Taman Kota, Kembangan, ke Rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat. Namun, dari 122 kepala keluarga (KK) yang didata, hanya dua keluarga yang menempati Rusun.

"Yang menempati saat ini cuma 2. Saya tidak tahu persis alasannya apa (tidak menempati). Tapi, yang saya dengar, mereka alasannya diizinkan kembali mendirikan rumah di bekas lokasi kebakaran," ucap Kepala UPRS Tambora, Sarjoko kepada detikcom, Selasa (7/8).

Pascakebakaran 29 Maret 2018, serta ada rencana relokasi, beberapa warga telah melihat-lihat unit rusun. Pihak Rusun pun telah membagikan beberapa kunci unit.

"Kalau tidak salah, kurang lebih 13 kunci. Tapi, dikembalikan. Ditanya, alasannya, katanya begitu (diizinkan mendirikan bangunan). Tapi, saya tidak tahu persis alasannya," kata Sarjoko.



Tonton juga video: 'Sandiaga Uno Berharap Warga Taman Kota Taat Aturan'

[Gambas:Video 20detik]



Sandiaga: Warga Taman Kota Jangan Bangun Rumah, Nanti Kita Bongkar

(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed