Soal Papua, Kongres AS Dinilai Campur Tangan dan Arogan
Rabu, 03 Agu 2005 20:19 WIB
Jakarta - Diangkatnya persoalan Papua oleh dua anggota Kongres AS merupakan bentuk campur tangan AS terhadap persoalan dalam negeri Indonesia. Bahkan sikap Kongres AS ini dianggap sebagai sikap arogansi negara adikuasa itu."Saya melihat persoalan Papua yang diangkat oleh Kongres AS sebagai campur tangan dan arogansi negara adikuasa terhadap persoalan dalam negeri," jelas mantan Wakil KSAD Letjen (purn) TNI Kiki Syahnakri dalam dialog bebas di Rumah Makan Sari Kuring, Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2005).Namun jelas Kiki, menghadapi sikap dua orang anggota Kongres AS itu Indonesia diminta tidak menanggapi secara emosional tapi ditanggapi dengan serius agar tidak terjadi kontraproduktif. Kiki menilai Papua secara yuridis formal merupakan bagian dari NKRI. Artinya pihak lain atau negara asing yang menggugat persoalan ini harus dilawan dengan cara diplomasi atau politik.Ia juga menambahkan dengan momen seperti ini semua komponen bangsa harus menggalang rasa nasionalisme. "Kalau kita berupaya untuk mempertahankan kedaulatan, kalau pemerintah pusat dan daerah gagal membuat rakyat Papua sejahtera maka kita tidak bisa mencari argumentasi yang memadai untuk mempertahankan negara ini," jelas Ketua Yayasan Jati Diri Bangsa ini.Oleh sebab itu pemerintah tidak hanya harus serius menangani Papua, tapi juga daerah lain dengan cara tetap berkomitmen untuk mensejahterakan bangsa, terciptanya kehidupan yang lebih demokratis dan menghargai hukum.
(ddn/)











































