detikNews
Selasa 07 Agustus 2018, 22:17 WIB

Sandiaga: Sempat Diragukan, OK Otrip Sudah Digunakan 40 Ribu Orang

Mochamad Zhacky - detikNews
Sandiaga: Sempat Diragukan, OK Otrip Sudah Digunakan 40 Ribu Orang Foto: Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim adanya perkembangan signifikan dari program OK Otrip. Sandiaga menyebut adanya peningkatan jumlah operator, armada, dan pengguna OK Otrip.

"OK Otrip, yang banyak diragukan, sekarang sudah hampir 400 kendaraan, empat operator sudah bergabung, dan sudah 40 ribu pengguna OK Otrip ini," kata Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Sandiaga menerangkan peningkatan jumlah operator dan armada tak terlepas dari adanya tawaran kebijakan soal tarif per kilometer yang akan diterima operator. Tarif itu ditentukan berdasarkan beberapa faktor yang diharapkan bisa menguntungkan pihak operator dan sopir.



"Akan ada batas bawah dan batas atas dalam perhitungan komponen HPS (harga perkiraan sementara), tergantung dari tingkat kemacetan di masing-masing trayek angkutan umum yang akan terkontrak dengan TransJakarta, karena semakin macet semakin sedikit kilometernya," jelasnya.

"Penghitungan tarif ini mempengaruhi biaya investasi, biaya operasional kendaraan untuk angkutan umum di wilayah Ibu Kota. Dalam penghitungan tersebut digunakan referensi dari kajian," sambungnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan DKI Andri Yansyah menuturkan, untuk trayek dengan panjang 175 kilometer tarif per kilometernya berkisar di angka Rp 3.700. Andri memastikan tarif yang akan didapat operator disesuaikan dengan kondisi trayek.

"Rp 3.700-an per kilometer untuk panjang trayek 175 kilometer, untuk trayek dengan panjang 195 kilometer Rp 3.400-an per kilometer," ujar Andri saat dimintai konfirmasi terpisah.


(zak/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com