Kode dari Koalisi Jokowi dan Teguhnya JK Tunggu Putusan MK

Andhika Prasetia, Noval Dhwinuari Antony, Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 07 Agu 2018 20:02 WIB
Jusuf Kalla (Noval/detikcom)
Jakarta - Masa pendaftaran capres tinggal menghitung hari, tapi cawapres Joko Widodo (Jokowi) belum jelas. Saat Jusuf Kalla masih menanti putusan gugatan soal periode cawapres di MK, yang bisa menentukan nasibnya, koalisi Jokowi melempar kode berbeda.

Hingga H-3 pendaftaran, Mahkamah Konstitusi belum menjadwalkan 'manuver' JK. Gugatan yang dimaksud diajukan oleh Partai Perindo dan berharap JK bisa nyawapres lagi untuk ketiga kalinya.



Pada waktu yang sudah makin mepet, koalisi Jokowi memberikan isyarat siap tidak mengusung Jusuf Kalla sebagai cawapres. Pendaftaran capres akan ditutup pada Jumat (10/8).

"Kalau putusan MK nggak putus-putus, masak kita tunggu terus? Kan waktunya sudah mepet," ujar politikus PDIP Pramono Anung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Kode yang sama juga dilempar oleh Sekjen PPP Arsul Sani. Arsul mengatakan pendaftaran capres tidak mengikuti jadwal Mahkamah Konstitusi. Hal ini dikarenakan nantinya putusan MK bisa diputuskan melewati tanggal pendaftaran.

"Koalisi ngikutin tahapan jadwal yang sudah ada, tanggal 10 Agustus 2018," ujar Arsul di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).



Di sisi lain, JK memilih tetap menunggu putusan MK. JK juga akan menerima apa pun putusan MK nantinya.

"Ya pokoknya kita tunggu saja dulu putusan MK. Kita menerima apa saja yang diputuskan oleh MK," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (7/8). (imk/ams)