DetikNews
Selasa 07 Agustus 2018, 07:56 WIB

Bantuan-bantuan RI yang Bikin Mahathir Terima Kasih ke Jokowi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Bantuan-bantuan RI yang Bikin Mahathir Terima Kasih ke Jokowi Foto: Mahathir Mohamad dan Joko Widodo (Niken Purnamasari/detikcom)
Jakarta - Ucapan terima kasih Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dihaturkan kepada Presiden RI Joko Widodo terkait skandal yacht mewah bernama Equanimity. Sebelumnya, Mahathir juga pernah berterima kasih kepada Jokowi di kasus yang berbeda.

Terima kasih pertama Mahathir ke Jokowi ialah terkait kaburnya politikus Malaysia Jamal Yunos dari tahanan di Malaysia. Jamal diketahui melarikan diri dari tahanan polisi setelah gagal menyelesaikan proses pembebasan dengan jaminan. Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan telah diberi tahu oleh Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun bahwa Kepolisian Indonesia telah dimintai bantuan untuk ikut melacak Jamal.


Jamal Yunos, yang melarikan diri dari tahanan di Malaysia, ditangkap Polri di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (2/7). Kepala United Malaysia National Organization (UMNO) Divisi Sungai Besar itu kini telah diadili otoritas setempat.

"Saya dapat telepon dari salah satu pejabat tinggi di Kepolisian Diraja Malaysia, Kepala Kepolisian Diraja Malaysia menyampaikan Prime Minister Mahathir Mohamad juga akan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).

Selain kasus Yunos, perkara yacht turut membuat Mahathir berterima kasih ke Jokowi. Yacht mewah bernama Equanimity yang pernah disita Bareskrim Polri akhirnya dikembalikan ke otoritas Malaysia.


Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star dan Free Malaysia Today, Senin (6/8/2018), PM Mahathir menyebut kerja sama pengembalian yacht senilai US$ 250 juta (Rp 3,5 triliun) ini merupakan hasil dari hubungan dekat antara Malaysia dan Indonesia.

Disebutkan PM Mahathir, penyelidikan oleh Departemen Kehakiman AS mengindikasikan bahwa yacht itu dibeli dengan uang yang dicuri dari perusahaan investigasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang diselimuti skandal korupsi. Yacht itu disebut-sebut milik miliarder Malaysia, Low Taek Jho alias Jho Low, yang kini buron. Diperkirakan yacht itu akan tiba di Port Klang pada Selasa (7/8) sore.

"Saya ingin berterima kasih kepada Jokowi, Presiden Indonesia, yang bekerja sama dengan Malaysia," ucap PM Mahathir dalam pernyataan yang diposting via akun Facebook resminya.

"Kami meyakini bahwa yacht itu milik Malaysia karena diyakini itu dibeli dengan uang Malaysia yang dicuri oleh pihak-pihak tertentu," sebutnya. "Jika ada siapapun yang mengklaim bahwa yacht itu milik mereka, mereka bisa menunjukkan bukti bahwa mereka memang memilikinya," tegas Mahathir.


Tonton juga video: 'Bertemu Mahathir, Megawati Tanya Resep Pemenangan Pilpres'

[Gambas:Video 20detik]


Bantuan-bantuan RI yang Bikin Mahathir Terima Kasih ke Jokowi

(gbr/yas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed