Komisi X Tetap Berencana Terbang ke Cina dan Australia
Rabu, 03 Agu 2005 14:07 WIB
Jakarta - Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Kritik tajam tak jua meluluhkan hati para anggota dewan 'yang katanya' terhormat. Hasrat 'jalan-jalan' ke luar negeri mengalahkan jeritan rakyat.Komisi X DPR tetap berencana melakukan studi banding mengenai RUU Guru ke Cina dan Australia. Padahal sebelumnya, kecaman sudah dilancarkan kepada Badan Legislatif DPR karena melakukan studi banding ke AS, Belanda, dan Prancis."Berdasarkan laporan Ketua Komisi X DPR Heri Akhmadi, rombongan akan berangkat minggu depan," ujar Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (3/8/2005).Mengenai dana studi banding tersebut, menurut Tjahjo, dibiayai oleh Depdiknas. Namun dia tidak merinci jumlah biaya yang akan dikeluarkan."Menurut informasi sementara, semua fraksi akan berangkat ikut studi banding tersebut, kecuali FPKS," katanya.FPDIP, lanjut dia, meminta kepada Komisi X untuk mengusahakan agar semua fraksi berangkat semua. "Kalau satu tidak berangkat, saya mohon untuk dibatalkan, karena ini mewakili lembaga," tandas Tjahjo.Rencananya, studi banding ke Cina dan Australia akan dibagi menjadi dua rombongan. Namun mengenai kepastian berapa jumlah orang dan jadwal keberangkatan kedua rombongan tersebut, Tjahjo mengaku belum tahu.
(ahm/)











































