Jelang Pilpres, Wiranto: Isu SARA Jadi Instrumen Raup Dukungan

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 03 Agu 2018 16:50 WIB
Menko Polhukam Wiranto (Zhacky/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto melihat adanya gerakan yang tidak baik menjelang Pilpres 2019. Wiranto menyebut ada kekuatan yang ingin mengeksploitasi isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) untuk meraup dukungan.

"Saya melihat bahwa ada satu fenomena baru selama proses pemilu ini. Ada keinginan untuk membawa kekuatan yang berbau SARA dijadikan instrumen untuk adu popularitas, untuk mendapat dukungan publik," kata Wiranto di kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018).


Wiranto menyadari situasi politik menjelang pilpres pasti memanas. Eks Panglima TNI itu berharap tak ada gejolak yang berdampak negatif terhadap kondisi negara.

"Tentunya memanas wajar-wajar saja, karena sepanjang kita melakukan event seperti ini selalu memanas, kondisi sosial memanas. Tapi jangan sampai mendidih, jangan sampai menyebabkan hal negatif bagi bangsa ini," terang Wiranto.


Wiranto juga mengimbau kepada pasangan capres dan cawapres yang maju untuk beradu kualitas program. Dia menilai, dengan begitu, akan terpilih pemimpin yang bisa membawa Indonesia lebih baik dalam 5 tahun ke depan.

"Pemilu ini kita berkontestasi untuk memilih pemimpin. Kita adu kualitas dan kompetensinya. Nah, oleh karena itu, yang berjalan bukan adu fitnah dan bukan saling menjelek-jelekkan, bukan adu untuk membongkar aib seseorang, atau adu otot, atau kita adu hoax, adu ujaran kebencian," papar Wiranto.


"Tapi yang kita tampilkan ke publik bagaimana kita adu kualitas dan kompetensi dari caleg-caleg dan eksekutif, dalam hal ini capres dan cawapres," imbuh politikus Partai Hanura ini.




Tonton juga 'PGI Soroti Hoax dan Isu SARA di Pilkada 2018':

[Gambas:Video 20detik]



Jelang Pilpres, Wiranto: Isu SARA Jadi Instrumen Raup Dukungan
(zak/dnu)