Menristek Minta Rektor Cegah Kekerasan Saat Ospek Mahasiswa Baru

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 03 Agu 2018 11:49 WIB
Menristekdikti M Nasir (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Perguruan tinggi bakal menggelar orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) terhadap mahasiswa baru. Menristekdikti Mohamad Nasir meminta para rektor mencegah terjadinya kekerasan selama masa ospek.

"Ospek yang dilakukan perguruan tinggi, Kementerian sudah membuat surat edaran melalui Ditjen Pembelajaran, tidak boleh melakukan kekerasan dalam kampus dalam penerimaan mahasiswa baru," ujar Nasir di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Jumat (3/8/2018).


Nasir meminta tak ada perlakuan diskriminatif saat ospek berlangsung. Dia mengaku bakal memantau proses ospek.

"Mahasiswa baru tidak boleh kita lakukan diskriminasi. Ini larangan keras dari kami melakukan diskriminasi dan kekerasan. Kami akan pantau terus," tegas Nasir.


Nasir mengatakan para rektor harus bertanggung jawab jika terjadi kekerasan saat ospek. Dia menyebut sudah bukan eranya lagi kekerasan terjadi saat ospek di kampus.

"Kalau ada kekerasan, yang bertanggung jawab rektor. Rektor bertanggung jawab atas kejadian yang ada di dalam kampus," ucap Nasir.

"Sudah tidak eranya lagi, kita tidak di era penjajahan. Era kita membangun pendidikan yang berkualitas. Surat edaran sudah ada, kemarin kita kumpulkan, tiap tahun kita ingatkan lagi," pungkas Nasir. (gbr/haf)