DetikNews
Kamis 02 Agustus 2018, 18:22 WIB

Indonesia-Malaysia Bakal Survei Bareng Bikin Peta Tapal Batas

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Indonesia-Malaysia Bakal Survei Bareng Bikin Peta Tapal Batas Menko Polhukam Wiranto. (Wildan-detikcom)
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengadakan rapat membahas perbatasan negara Malaysia dengan Indonesia. Disepakati, pihak Indonesia dan Malaysia akan membuat peta tapal batas secara bersama.

"Peta kita bisa selesaikan dengan survei bersama. Maka Indonesia dan Malaysia akan mengadakan survei bersama untuk maslah perbatasan ini," kata Wiranto kepada wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).


Dia menjelaskan, peta perbatasan negara itu akan dirumuskan lewat survei, Kementerian Dalam Negeri RI dan pemangku kepentingan lainnya dari Indonesia bakal menjadi satu tim. Dalam rapat itu, Wiranto mengatakan sudah ada titik temu perihal tapal batas.

"Mengapa kita rapatkan, karena masalah perbatasan dengan Malaysia sudah selama 40 tahun itu nggak selesai-selesai. Kemudian sudah ada satu kemajuan, adanya titik temu membuat join locking group antara Malaysia dan Indonesia yang ingin menyelesaikan masalah perbatasan ini,"


Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bertemu Presiden Joko Widodo, dia mengatakan pertemuan itu juga membahas terkait perbatasan Malaysia dengan Indonesia. Selanjutnya, dikatakan Wiranto ada badan-badan yang ditunjuk untuk menyelesaikan masalah itu.

"Melanjutkan perundingan dengan menyesuaikan keinginan kedua negara. Kemudian dalam rapat tadi kita sudah simpulkan dan sudah mengambil kesepakatan bersama bahwa dalam penyelesaian ini tidak merugikan kedaulatan negara," imbuhnya.


Wiranto menyebut prospek perbatasan itu masih terhalang 9 hal. Tetapi, Ia tidak merinci apa saja yang menjadi halangan itu.

"Yang pasti Indonesia dengan tim yang dibentuk dari Kemendagri dibantu pemangku kepentingan lain semuanya menjadi satu tim menyelesaikan masalah perbatasan," kata Wiranto.

Sebelumnya, memang hari ini Menko Polhukam Wiranto diagendakan memimpin rapat koordinasi khusus tingkat menteri membahas saran penyelesaian outstanding boundary problem (OBP) antara Indonesia dengan Malaysia.


Selain itu, ada pula masalah 'jalur tikus' yang menjadi problem di perbatasan negara. Jalan tikus merupakan jalur-jalur ilegal untuk menyelundupkan barang dan manusia. Wiranto menilai jalan tikus itu terbentuk karena masyarakat tapal batas terdesak kebutuhan pemenuhan barang-jasa.

"Jalur tikus muncul karena lebih murah membeli bahan kebutuhan sehari-hari ke seberang (Malaysia -red) ketimbang ke wilayah kita yang notabene jauh. Pusat produksi ada di Jawa, konsumennya di perbatasan. Cost (ongkos)-nya jadi mahal, ini yang akan disasar," kata Wiranto.


Maka pembangunan ekonomi kawasan tapal batas adalah solusinya, supaya kebutuhan masyarakat tidak lagi mahal. Soal pembangunan, Wiranto menyebut ada pembangunan prasarana telekomunikasi.

"Ini mendorong untuk adanya satu pembangunan pusat telekomunikasi. Telkomsel misalnya. Menara-menara agar memudahkan komunikasi lewat hape (ponsel), internet," tutur Wiranto.
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed