"Tentu kita berharap PKS tidak abstain ya, tetap bersama kita di koalisi yang mendukung Pak Prabowo menjadi calon presiden ini. Karena tujuan kita kan sudah sama, ingin memperbaiki dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa ini dengan jalan mengganti kepemimpinan nasional melalui Pemilu 2019 besok," ujar Jansen, Rabu (1/8/2018).
Jansen berharap tujuan ganti presiden di 2019 bisa merekatkan koalisi Gerindra-PD-PAN-PKS. Kehadiran PKS di tubuh koalisi dianggap Jansen penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Demokrat, kata Jansen, kerja sama dengan PKS dan PAN sebenarnya bukan hal baru. Sejak 2004, Jansen menyebut, ketiga partai ini telah bekerja sama.
"Dan dalam sejarahnya, memang, jika Demokrat, PKS, dan PAN ini bergabung dalam satu koalisi yang sama dalam pilpres, selalu sukses menjadikan calon presiden yang didukungnya. Dengan bersatunya kembali ketiga partai ini, ditambah Gerindra sekarang, semoga kemenangan pada 2004 dan 2009 kemarin bisa kita ulang kembali di Pemilu 2019 besok," jelas Jansen.
Kerja sama pada masa lampau, menurut Jansen, merupakan bukti PD-PAN-PKS punya hubungan batin yang kuat. Soal posisi cawapres Prabowo, Jansen meminta tak ada paksaan dari pihak tertentu.
"Posisi wakil presiden, biarlah itu sepenuhnya kita serahkan kepada Pak Prabowo selaku calon presiden untuk memutuskan siapa menurut beliau 'running mate' yang tepat untuk mendampingi beliau," tegas Jansen. (gbr/tor)










































