"Mengenai cawapres Jokowi, berdasarkan hasil kesepakatan pertemuan enam ketua umum partai politik dan Presiden Jokowi di Istana Bogor seminggu yang lalu, telah disepakati dalam pertemuan itu bahwa enam ketua umum partai politik telah menyepakati satu nama yang telah disepakati menjadi calon wakil presiden Pak Jokowi," ujar Basarah saat ditemui di Universitas 17 Agustus (Untag), Surabaya, Rabu (1/8/2018).
Namun, ketika ditanya siapa nama tersebut, Basarah enggan menjawab karena dalam forum itu telah disepakati bahwa Jokowi akan mengumumkan sendiri siapa yang akan mendampinginya nanti. Termasuk soal tempat dan waktu pengumuman, Basarah mengatakan enam parpol menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basarah menduga Jokowi memilih mengumumkan cawapresnya ini pada hari-hari terakhir menjelang pendaftaran.
"Dugaan saya, dengan dengan konstelasi yang ada sekarang, Pak Jokowi akan mengambil tempo pada saat-saat terakhir calon presiden dan calon wakil presiden," imbuhnya.
Baca juga: Mencari Kesempatan Ketiga bagi Jusuf Kalla |
Sedangkan untuk partai pengusung Jokowi, Basarah mengatakan telah ada sembilan partai. Perinciannya, ada enam partai besar dan tiga partai baru yang belum mendapatkan kursi.
"Partai pengusung lain untuk sementara terdiri atas enam partai politik yang memiliki kursi di parlemen dan tiga kursi partai politik yang belum memiliki kursi di parlemen," kata Basarah.
Tonton juga 'PDIP: Koalisi Jokowi Gabungan Kekuatan Langit dan Darat':












































