Pembangunan SUTET Terhambat, 2 Ribu Megawatt Telat
Senin, 01 Agu 2005 21:53 WIB
Jakarta - Terhambatnya pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV (SUTET) di jalur Jawa bagian selatan, akan menimbulkan ketimpangan pasokan dan permintaan sebesar 2 ribu megawatt. "Bila target penyelesaian yang bulan Agustus molor setahun maka akan terjadi bahaya ketimpangan," kata Direktur Pembangkitan Energi Primer PLN, Ali Herman Ibrahim seusai diskusi PWI & PLN mengenai gerakan hemat energi di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (1/8/2005).Tertundanya rencana pembangunan yang ditargetkan selesai tahun 2003 ini, disebabkan karena belum selesainya ganti rugi dua lokasi tower. Menurut Ali, saat ini memang belum terjadi ketimpangan. Alasannya, karena PLN masih bisa mengambil pasokan listrik dari daerah Jawa Barat dan Jawa Timur.Tetapi, dalam jangka waktu satu tahun mendatang, dengan bertambahnya permintaan listrik, maka permintaan dalam area tersebut sudah tidak dapat memenuhi."Sebagai upaya penyelesaian masalah PLN sedang berusaha lakukan pendekatan untuk memberi pengertian masyarakat yang dilalui SUTET," terang Ali.
(ism/)











































