Supriyati jemaah dari Kloter SOC-5, meninggal pada Sabtu (28/7) pukul 23.30 WAS di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah yang terletak di kawasan Aziziah, Janubiyah.
Kasi Kesehatan Daker Makkah, dr. Mohammad Imran, memberi kabar duka pada Ahad (29/07) pagi WAS. Baru kemarin, Sabtu (28/07) pagi, tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan menemui Supriyati yang selalu ditemani suaminya Slamet.
Slamet mengenang, Jumat (27/07) waktu ashar, ia dan sejumlah jemaah lainnya mulai laksanakan umrah wajib di Masjidil Haram. "Istri sudah terlihat lemas dan saya dorong memakai kursi roda," tutur Slamet Jumat kemarin
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepuluh jemaah sebelumnya yang telah wafat sebagai berikut:
1. Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji Kloter JKS-1;
2. Hadia Daeng Saming (73) kloter 5 embarkasi Makassar;
3. Ade Akum Dachyudi (67) asal Kloter JKS-13;
4. Sunarto Sueb Sahad (57) Kloter 15-SOC; dan
5. Siti Aminah Rasyip (57) asal Tegalsari, Batang, Jawa Tengah, jemaah kloter 5-SOC.
6. Machyar Sahromi Muhammad Thaif (78) warga Garut, Jawa Barat, Kloter JKS-6;
7. Katio Simanjutak, 59, warga Medan jemaah kloter MES-2;
8. Sanusi Musthofa Khafid (73) asal SUB-06;
9. Mohammad Sholeh bin Abu Bakar (74) asal SUB-23; dan
10. Nordiani Bahrani Kursani (53) warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, asal kloter BDJ-03.
11. Supriyati Teguh Adam (51) warga Batang, Jateng, SOC-5.
12. Widodo Bin Jimmin, JKS-35
13. Abdullah Noor Bin Sidik, SOC-13
Tonton juga 'Hati-hati Penipuan, Kenali Ciri Petugas Resmi Haji Indonesia':
(fjp/dhn)