PAN Minta Jokowi Bantu Rajut Kembali Hubungan SBY-Mega

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 26 Jul 2018 13:55 WIB
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay. (dok. pribadi)
Jakarta - Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) mengakui ketidakharmonisan hubungan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai penghambat untuk bergabung ke koalisi Joko Widodo (Jokowi). PAN meminta Jokowi bisa jadi penengah antara SBY dan Mega.

"Itu kan urusan relasional Pak SBY dengan Bu Mega," ujar Wakil Sekjen DPP PAN Saleh Partaonan Daulay kepada detikcom, Kamis (26/7/2018).

Saleh mengatakan apa yang terjadi antara SBY dan Mega merupakan hal personal. Kendati demikian, ia berharap tokoh-tokoh politik nasional tak saling berseteru.


"Sebetulnya, kami berharap agar tokoh-tokoh politik nasional bisa menjalin hubungan dengan baik," katanya.

Menurut Saleh, peran Jokowi sangat diperlukan dalam hal itu. Ia berharap Jokowi dapat berperan dalam islah antara SBY dan Mega.

"Hubungan tersebut, menurut saya, bisa dirajut kembali dengan pendekatan yang dilakukan Jokowi. Setidaknya, Jokowi bisa menjadi komunikator di antara keduanya," ungkap Saleh.


Sebelumnya, SBY mengungkap peluang koalisi dengan Jokowi yang kini memudar. SBY juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Megawati yang belum pulih menjadi alasannya tak masuk koalisi Joko Widodo (Jokowi). SBY pun masih membuka kemungkinan masuk ke pemerintah.

"Tapi itu pertanyaan bagi saya, karena melihat realitas hubungan Bu Mega sama saya belum pulih. Tapi saya pikir yang ajak Pak Jokowi, dan kalau Demokrat ada di dalam, why not?" kata SBY saat jumpa pers di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7). (mae/elz)