Menneg BUMN : Baru 127 BUMN yang Untung
Senin, 01 Agu 2005 01:14 WIB
Yogyakarta - Dari sekitar 158 perusahaan BUMN yang ada saat ini, yang menghasilkan keuntungan hanya sekitar 127 BUMN. 31 BUMN lainnya setiap tahunnya mengalami kerugian.Total jumlah pendapatan negara dari kekayaan negara bersih sekitar Rp 1,303 triliun atau 150 miliar dolar. Pada tahun 2004 lalu pendapatannya mencapai Rp 500 triliun, keuntungan dari 158 induk BUMN yang untung kira-kira sebanyak 127 perusahaan untungnya sekitar Rp 30 triliun. Sedangkan yang rugi ada 31 perusahaan secara kumulatif rugi di tahun 2004 sebanyak Rp 4,5 triliun."Jadi nett keuntungan BUMN hanya Rp 25 triliun berdasarkan peak performance indicator (PPI)," kata Menneg BUMN Sugiharto saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dengan pengurus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah di Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, Minggu (31/7/2005).Dalam acara itu, Sugiharto didampingi Wakil Direktur Utama PT Telkom Garuda Sugardo serta sejumlah pimpinan di kementerian BUMN. Sedangkan pengurus PP Muhammadiyah diantaranya Ketua Umum, Prof Dr H. Dien Syamsuddin didampingi Sekretaris Umum H. Rosyad Saleh serta sejumlah pengurus PP Aisyiah.Sugiharto mengakui citra BUMN yang selama ini persepsinya masih tidak baik. Penilaian tidak baik itu berdasarkan perception indeks dari pengelolaan BUMN beberapa tahun lalu. Meski tidak sepenuhnya BUMN itu buruk semua, namun secara umum di masa lalu masyarakat menilai pengelolaan BUMN belum optimal dan tidak efisien serta masih ada kebocoran-kebocoran disana-sini. "Itu harus diakui, tapi saya berusaha terus memperbaikinya," katanya.Menurut dia, citra BUMN dalam 9 bulan terakhir ini relatif lebih baik dibandingkan sebelumnya. Mudah-mudahan sisa empat tahun yang akan datang, dia secara pribadi mengharapkan tidak ada kecelakaan sejarah dan diturunkan karena melakukan korupsi. "Saya justru jadi panglima program pemberantasan korupsi. Orang-orang yang dulunya dinilai kuat sekarang sudah meringkuk di penjara bukan karena tangan saya tapi kesungguhan semua orang untuk membersihkan," katanya.Dia mengatakan, mengelola 158 BUMN sebanyak itu tidaklah mudah. Bila dihitung dengan perusahaan yang menjadi anak dan cucu perusahaan BUMN saat ini mencapai 616 perusahan. Sedangkan bila masing-masing perusahaaan rata-rata mempunyai 5 orang direksi dan 5 orang komisaris berarti ada lebih dari 6 ribu orang pimpinan yang harus di manage, diatur dan dikelola. "Ini bukan perkara mudah, mereka juga harus diberikan sanksi bila ada kesalahan dan diberikan rewards bila berhasil," kata Sugiharto.Dia mengharapkan BUMN bisa menghasilkan keuntungan bersih diatas Rp 25 triliun atau bisa mencapai diatas Rp 50 triliun sehingga tidak perlu melakukan privatisasi.
(atq/)











































