Sandi Yakin Pelican Crossing di Bundaran HI Tak Tambah Kemacetan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 25 Jul 2018 16:46 WIB
Pemprov DKI Jakarta berencana merobohkan JPO Bundaran HI karena dianggap menghalangi Patung Selamat Datang. JPO itu nantinya akan diganti dengan pelican cross. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pelican crossing tidak akan mengganggu lalu lintas. Sandiaga meyakini adanya pelican crossing tak akan menambah kemacetan.

"Kita yakin bahwa pelican crossing itu jadi bagian permanen, bagian kita untuk memuliakan pejalan kaki. Jadi tidak akan menambah kemacetan," kata Sandiaga di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2018).


Sandiaga menuturkan perobohan jembatan penyeberangan orang (JPO) bertujuan agar Patung Selamat Datang bisa terlihat di jalan. Dia tak ingin ikon tersebut terhalang JPO.

"Kita sudah putuskan untuk JPO sementara yang dibangun oleh PT MRT Jakarta itu akan diganti pelican crossing," sebut Sandiaga.


Sebelumnya, pengamat tata kota menyebut penerapan pelican crossing bisa berakibat kemacetan. Hal ini karena pejalan kaki yang menyeberang menghambat lalu lintas yang padat di Jalan Sudirman-Thamrin.

"Dari lalu lintas dihindari adanya zebra cross dan pelican cross. Kenapa? Itu kan teknis jalan utama, meminimalisir orang nyeberang (di jalan) sebenarnya. Kita tahu Jalan Sudirman-Thmarin yang cukup lebar dan padat. Otomatis, sebisa mungkin lalu lintas tidak terhambat," ucap peneliti tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Jogo, saat dihubungi detikcom, Selasa (24/7).


Jika ada masyarakat yang menyeberang di Bundaran HI, mereka meminta mobil yang melintas berhenti. Jika lalu lintas sedang padat, akan terjadi antrean kendaraan di belakangnya.

"Jadi pas jam kerja atau misal banyak orang menyeberang pada waktu makan siang. Sebentar-sebentar akan berhenti. Itu mengganggu arus lalu lintas," ucap Nirwono.



Tonton juga 'Melihat dari Langit JPO Bundaran HI Sebelum Dirobohkan':

[Gambas:Video 20detik]

(fdu/jbr)