MK Terima Gugatan Hasil Pilbup Bogor

Farhan - detikNews
Senin, 23 Jul 2018 19:56 WIB
Gedung Mahkamah Konstitusi (Ari Saputra/detikcom)
Bogor - Mahkamah Konstitusi menerima permohonan perkara perselisihan hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Bogor yang diajukan pasangan Ade Ruhandi (Jaro Ade)-Inggrid Kansil (JADI).

"Permohonan gugatan yang diajukan dinyatakan telah memenuhi syarat. Dengan terpenuhinya syarat, gugatan permohonan perselisihan hasil Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bogor kepada KPU Kabupaten Bogor sebagai termohon akan dilanjutkan," kata pengacara AWK Law Firm, Herdiyan Nuryadin, Senin (23/7/2018) sore.


Herdiyan mengatakan keputusan MK tersebut tertuang dalam surat akta registrasi perkara konstitusi nomor: 28/3/PAN.MK/2018. Proses sidang, kata Herdiyan, akan dilakukan di MK mulai Kamis (26/7). Sementara keputusannya akan dikeluarkan 45 hari kemudian, yakni Jumat (14/9) nanti.

"Sesuai Pasal 50 ayat 1 PMK 5/2017, penyelesaian PHP pilkada harus diputus dalam tenggang waktu paling lama 45 hari kerja sejak diregistrasi atau Jumat (14/9/2018) mendatang," ungkapnya.


Seperti diketahui, hasil rapat pleno rekapitulasi suara di KPUD Kabupaten Bogor menetapkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan memperoleh suara terbanyak dalam Pilbup Bogor 2018. Pasangan berjargon 'HADIST' ini mendapat suara sebanyak 912.221 suara atau selisih 52.777 suara dibanding pasangan Ade Ruhandi-Inggrid Kansil (JADI), yang berada di posisi kedua.

Sedangkan posisi ketiga dan keempat ditempati pasangan Fitri Nugraha-Bayu Syahjohan dan pasangan Ade Wardhana-Asep Ruhiyat. Di posisi terakhir ada pasangan Gunawan Hasan dan Fikri Rhoma Irama dengan perolehan suara 100.745 suara. (jbr/jbr)