DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 13:19 WIB

Tommy Bilang KKN Makin Parah? Begini Patgulipat Mobnas Timor

Andi Saputra - detikNews
Tommy Bilang KKN Makin Parah? Begini Patgulipat Mobnas Timor Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto (dok.detikcom)
Jakarta - Tommy Soeharto menyatakan KKN kini makin parah. Pernyataan Ketua Umum Partai Berkarya bikin kaget, karena bapaknya Tommy, Presiden Soeharto dilengserkan mahasiswa karena suburnya praktik KKN.

Salah satu praktik KKN yang terjadi kala itu adalah proyek Mobil Nasional Timor. Proyek itu jatuh ke tangan Tommy pada 1996. Timor kemudian mendatangkan mobil dari Korea Selatan dan melabelinya sebagai mobil nasional.


Saksikan juga video 'Tommy Soeharto: Banyak Rakyat Kecewa dengan Pemerintahan Saat Ini':

[Gambas:Video 20detik]



Setelah Soeharto lengser, bisnis mobnas itu terbongkar. Ternyata Timor menunggak pajak triliunan rupiah. Dirjen Pajak kemudian menyita aset Timor di beberapa bank yang kini berubah menjadi Bank Mandiri.

Timor tidak terima dan mengajukan keberatan. Di tingkat kasasi, MA memenangkan Timor. Atas hal itu, Dirjen Pajak cq Kemenkeu dan Bank Mandiri mengajukan PK dan menang.

"Menolak gugatan penggugat (PT Timor Putra Nasional) untuk seluruhnya," demikian bunyi putusan PK Nomor 539 PK/PDT/2009 yang dikutip detikcom, Senin (23/7/2018).

Berikut pertimbangan MA:

1. Atas utang-utang tersebut oleh Hutomo Mandala Putra (Komisaris Utama) dan Moedjiono (Direktur Utama) telah diterbitkan surat sanggup (aksep/promes) dan berjanji tanpa syarat untuk membayar kepada PT Bank Bumi Daya sebesar US$ 260.112.095 pada tanggal 21 September 1999.
­
2. Utang-utang tersebut oleh Penggugat telah diberikan jaminan bank berupa jaminan fiducia.

3. Seharusnya, apabila Penggugat akan mencairkan dana rekening dan deposito atas nama miliknya, terlebih dahulu ia harus membuktikan utang-utangnya tersebut sudah tidak ada lagi.
­
4. Namun ternyata Penggugat sama sekali tidak dapat membuktikan dalil bantahan terhadap klaim dari Tergugat I (Bank Mandiri-red) dan Tergugat (Kemenkeu-red) yang menyatakan Penggugat masih mempunyai utang.

"Bahwa dengan demikian dana rekening dan deposito yang dituntut oleh Penggugat dalam perkara a quo harus ditolak karena kewajibannya kepada Tergugat I (Bank Mandiri-red) dan atau Tergugat II (Kemenkeu-red) masih ada atau belum lunas," kata majelis hakim.

Lalu berapa utang Timor ke Kemenkeu/negara? Yaitu sebesar Rp 1,027 triliun dan giro USD 3,974.64.
(asp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed