DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 01:05 WIB

KJRI Ikut Pastikan Bumbu Indonesia Digunakan untuk Jemaah Haji

Fajar Pratama - detikNews
KJRI Ikut Pastikan Bumbu Indonesia Digunakan untuk Jemaah Haji Foto: Konjen RI Jeddah Hery Saripudin (kiri)/Fajar Pratama detikcom
Mekah - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2018 menghadirkan masakan dengan citara nusantara untuk jemaah haji. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah ikut memastikan jasa katering mitra menggunakan bahan-bahan untuk masakan Indonesia itu.

"Soal bahan makanan jamaah haji. Tahun ini kita sudah membuat komitmen pemerintah Indonesia agar jamaah memperoleh makanan yang berselera Indonesia. Untuk itu kami dari KJRI bekerja sama dengan tim haji meminta kepada para katering provider agar memakai bahan baku dari Indonesia," ujar Konjen Jeddah Hery Saripudin.

Hal itu disampaikan Hery di kantor Daerah Kerja (Daker) Mekah, di wilayah Syisyah, Minggu (22/7/2018). Hery mengatakan para eksportir dan distributor untuk membantu PPIH sangat kuat.

"Tadi malam saya memperoleh laporan bahwa ada salah satu perusahaan penyedia teh celup. Tadi malam dikirim melalui pesawat. Itu harganya lima kali lebih mahal. Bahkan eksportir sudah siap menanggung kerugian. Ini semata-mata untuk memenuhi komitmen," ujar Hery.

Meski begitu, pemantauan kerja terhadap penyedia jasa katering ini tetap perlu dilakukan. Hery pada hari Minggu ini langsung mengecek ke Mekah dan Madinah agar tidak ada penyedia jasa yang melakukan kecurangan.



"Kita akan tetap memonitor komitmen dari katering provider. Hari ini saya dan tim ekonomi-perdagangan akan menuju Madinah mengecek katering provider, apakah mereka menggunakan bahan indonesia. Kalau wilayah makkah dan jedah sudah dipastikan pekan lalu. Di sana bahan makanan Indonesia dipakai," ujar Hery.

"Nanti malam di Madinah kami akan memastikan kepada penyedia katering di sana. apakah mereka menggunakan bahan dari Indonesia atau tidak. Kalau ada hambatan di mana letaknya. Kita akan selesaikan bersama. Dan ini evaluasi tahun ini akan kita jadikan penyempurnaan tahun depan," sambungnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan ada sejumlah upaya yang dilakukan pihaknya berkaitan dengan penyajian hidangan. Secara kuantitatif, ada penambahan makanan untuk jemaah haji selama di Mekah selama 40 kali dari sebelumnya 25 kali. "Sedangkan secara kualitas, ada penyempurnaan menu, baik itu di Mekah maupun di Madinah," tutur Sri.

Untuk itu, lanjut Sri, bumbu asal Indonesia secara khusus dikirim ke Arab Saudi. Bukan hanya bumbu masak, kopi dari Indonesia juga didatangkan ke Arab Saudi untuk mengobati kerinduan jemaah akan cita rasa kopi Tanah Air. "Untuk bumbu masak dari Indonesia, kami bekerja sama dengan KJRI melalui importir yang ada di Arab Saudi untuk mendatangkan bumbu dari Indonesia," tutur Sri.
(fjp/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed