DetikNews
Minggu 22 Juli 2018, 13:28 WIB

Kementerian PPPA: Aduan Pernikahan Anak Makin Banyak

Matius Alfons - detikNews
Kementerian PPPA: Aduan Pernikahan Anak Makin Banyak Plt Kepala BKKBN Sigit Priyo Utomo dan Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Pernikahan anak ternyata semakin banyak terjadi di Indonesia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengaku selalu menerima laporan soal pernikahan anak tiap harinya.

"Akhir-akhir ini semakin banyak pengaduan, bisa jadi masyarakat melakukan pengaduan. Kami hampir setiap hari menerima pengaduan, minimal satu itu ada," kata Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (22/7/2018).


Dia berbicara usai perayaan Hari Anak Nasional dalam bentuk kegiatan 'Suara Anak Genius Berencana' menggaungkan tanda pagar #StopPerkawinanAnak. Perkawinan anak memang banyak disorot akhir-akhir ini, terakhir ada peristiwa pernikahan anak di Tapin, Kalimantan Selatan, antara anak usia 14 tahun dan 15 tahun. Kata Pribudiarta, sebenarnya ada lebih banyak lagi kasus yang serupa itu namun tidak tersorot publik.

"Hanya yang terkespos saja yang terlihat media, sebetulnya setiap hari ada. Ini harus jadi komitmen bersama, bukan hanya pemerintah namun juga masyarakat," kata Pribudiarta.


Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sigit Priyo Utomo, menjelaskan perkawinan anak bisa meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga. Maka pernikahan anak harus dicegah. Selain itu, pernikahan anak juga berisiko melahirkan anak yang terhambat pertumbuhannya.

"Kalau anak anak menikah di usia dini tentu anak anaknya yang dihasilkan nanti akan stunting," kata Sigit.



(dnu/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed