DetikNews
Minggu 22 Juli 2018, 12:13 WIB

KPK: Permintaan Mobil dan Uang di Lapas Sukamiskin Gamblang

Nur Indah Fatmawati - detikNews
KPK: Permintaan Mobil dan Uang di Lapas Sukamiskin Gamblang Barang bukti di OTT Kalapas Sukamiskin (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - KPK menyatakan bahwa praktik suap di Lapas Sukamiskin, Bandung terjadi secara terang-terangan. Permintaan uang dan mobil dilakukan tanpa kode alias sudah gamblang.

"Permintaan mobil, uang dan sejenisnya di Lapas Sukamiskin diduga dilakukan secara gamblang. KPK menemukan bukti-bukti, permintaan tersebut dilakukan baik langsung atau tidak langsung bahkan tidak lagi menggunalan sandi atau kode-kode terselubung. Sangat terang. Termasuk pembicaraan tentang 'nilai kamar' dalam rentang Rp 200-500 juta/kamar," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (22/7/2018).


[Gambas:Video 20detik]




KPK sebelumnya sudah mengidentifikasi bahwa Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen meminta mobil jenis Triton Athlete warna putih. Bahkan, Wahid menawarkan agar mobil itu dibeli di dealer yang sudah dia kenal.

"Namun karena mobil jenis dan warna tersebut tidak ada, akhirnya diganti dengan Triton warna hitam yang kemudian diantar dalam keadaan baru tanpa plat nomor ke rumah WH (Wahid Husen)," ungkapnya.



KPK mengingatkan agar pembenahan Lapas secara serius seera dilakukan. Tak cuma di Lapas Sukamiskin, pembenahan juga perlu dilakukan di Lapas lainnya.

"Kita harus berhenti hanya menyalahkan oknum apalagi jika sampai menggunakan dalih-dalih pembenaran-pembenaran dan apologi terhadap kondisi yang ditemukan tim KPK dalam kegiatan tangkap tangan. Seluruh sel di Lapas Sukamiskin dan lapas-lapas lainnya semestinya dikembalikan sesuai standar," tegas Febri.



Sebelumnya diberitakan, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen menjadi tersangka kasus suap jual fasilitas napi korupsi di Lapas Sukamiskin. Selain Kalapas Sukamiskin; ada tiga orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka yakni suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah; staf Wahid Husen, Hendry Saputra; dan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping Andi Rahmat.

Barang bukti yang diamankan uang total Rp 279.920.000 dan USD 1.410. Selain itu, ada dua mobil Wahid yang diamankan KPK karena diduga terkait suap, yaitu Mistubishi Triton Exceed berwarna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar berwarna hitam.
(imk/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed