DetikNews
Minggu 22 Juli 2018, 11:12 WIB

Pemuda Muhammadiyah: Penjarakan Koruptor Bareng Maling-Pemerkosa

Danu Damarjati - detikNews
Pemuda Muhammadiyah: Penjarakan Koruptor Bareng Maling-Pemerkosa Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Indra-detikcom)
Jakarta - KPK membongkar dugaan suap untuk mendapatkan sel mewah di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, lokasi khusus untuk para narapidana kasus korupsi. Menanggapi hal itu, Pemuda Muhammadiyah menyarankan agar tak perlu ada penjara khusus koruptor seperti Lapas Sukamiskin.

"Agaknya setiap narapidana korupsi dipenjarakan satu sel bersama-sama dengan narapidana lain, maling ayam, pemerkosa dan kejahatan-kejahatan lainnya, sehingga tidak ada penjara dengan ruang privat seperti yang terjadi di lapas Sukamiskin, dan diduga juga terjadi di beberapa Lapas dengan narapidana yang memiliki dana besar," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/7/2018).
OTT di Lapas Sukamiskin telah membuka kemewahan yang selama ini tertutup. Kemewahan itu diduga didapat oleh terpidana korupsi dengan cara membayar suap. Dahnil melihat itu sebagai bentuk diskriminasi, napi berduit bisa membayar fasilitas lebih.

"Lapas atau penjara khusus napi korupsi, agaknya tidak diperlukan, karena ada fakta diskriminasi yang mencolok seperti yang terjadi di Sukamiskin," kata Dahnil.
Dia menyarankan ada audit Lapas secara terbuka yang bisa diakses semua pihak melalui media massa. Cara itu juga bisa menjadi bentuk pertanggungjawaban Menteri Hukum dan HAM demi perbaikan pelayanan di Lapas.

"Agar perbaikan pelayanan di lapas lebih adil dan berkeadilan serta berfungsi dengan benar sebagai lembaga pembinaan para narapidana, bukan justru menjadi tempat melahirkan tindak pidana-pidana baru," kata Dahnil.
Diberitakan sebelumnya, KPK menemukan fasilitas mencengangkan di sel narapidana Lapas Sukamiskin, Bandung. Di dalam sel, ada alat pemanas air (water heater) hingga kloset duduk. Ada juga AC yang terpasang di dinding kamar. Ada pula televisi layar datar, wastafel, hingga kulkas mini. Fasilitas itu ada di sel Fahmi Darmawansyah, narapidana korupsi kasus suap satelit monitoring Bakamla.




(dnu/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed