DetikNews
Sabtu 21 Juli 2018, 22:58 WIB

KPK Ingin Koruptor Dipenjara di Nusakambangan

Haris Fadhil - detikNews
KPK Ingin Koruptor Dipenjara di Nusakambangan Tim KPK menunjukkan barang bukti duit suap Kalapas Sukamiskin, Sabtu (21/7/2018) Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - KPK sedang mengkaji peluang membangun lapas khusus koruptor. KPK bahkan ingin napi korupsi ditahan di Lapas Nusakambangan.

"Mengenai lapas khusus ini perlu dikaji. Bahkan kami di KPK dan Pak Saut, kalau mungkin di Nusakambangan saja sekalian," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2018).

Pernyataan ini disampaikan Syarif terkait OTT Kalapas Sukamiskin terkait fasilitas mewah di sel dan izin keluar napi korupsi. Menurut Syarif, terungkapnya sel mewah ini bukan pertama kali terjadi.



"Ini bukan pertama kali terjadi kalau misal geledah itu terantuk pada batu yang sama kan itu sudah terlalu, sudah kelewatan. Orang berpendidikan tapi kok masih seperti itu, walaupun rumornya masih banyak yang seperti itu," ujarnya.

Terkait OTT, KPK menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan suap untuk mendapat fasilitas tambahan dalam sel Lapas Sukamiskin. Keempat tersangka itu adalah, Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, stafnya Hendry Sahputra, narapidana korupsi Fahmi Darmawansyah, dan narapidana umum Andri Rahmat.




Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin dan Jakarta yang mengamankan 4 orang, termasuk artis Inneke Koesherawati yang merupakan istri Fahmi. Dalam OTT itu, KPK mengamankan 2 mobil dan uang total Rp 279.920.000 dan USD 1.410.

Video: Wahid Husen dan Fahmi Darmawansyah Ditahan

[Gambas:Video 20detik]


(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed