800-an Jiwa Melayang Ditelan Banjir di India
Jumat, 29 Jul 2005 14:32 WIB
Jakarta - Korban jiwa akibat banjir besar di India terus bertambah. Sejauh ini, sudah lebih dari 800 nyawa melayang akibat bencana yang ditimbulkan oleh hujan deras yang turun terus-menerus di negeri bagian Maharashtra.Sebelumnya, banjir, tanah longsor dan bangunan yang ambruk akibat bencana alam ini telah menewaskan setidaknya 786 orang di negeri bagian itu.Korban jiwa juga terus berjatuhan akibat kerusuhan yang terjadi menyusul rumor bahwa sebuah bendungan di pinggiran Nehru Nagar, kota Mumbay telah pecah. Sedikitnya 16 orang tewas, termasuk tujuh anak-anak.Kerusuhan bermula ketika muncul kabar yang kemudian diketahui tidak benar, bahwa bendungan yang menahan air Danau Pawai telah pecah. Mendengar kabar burung itu, warga langsung berlarian menyelamatkan diri."Itu cuma rumor, tapi orang-orang percaya dan mereka mulai berlarian meninggalkan rumah mereka lewat gang-gang sempit," ujar Deputi Komisioner Kepolisian Amitabh Gupta seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (29/7/2005)."Situasi waktu itu gelap karena listrik mati sehingga terjadilah saling dorong," imbuhnya. Selain merenggut 16 nyawa, insiden itu juga menyebabkan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka.Para ahli meteorologi memperkirakan, hujan lebat masih akan terus mengguyur kota Mumbay yang berpenduduk 15 juta jiwa itu selama dua hingga tiga hari mendatang.Hujan yang terus membasahi kota itu sejak beberapa hari lalu telah menyebabkan sekolah-sekolah diliburkan, bank-bank tutup dan transportasi umum hanya sedikit yang beroperasi.Hujan kali ini disebut-sebut sebagai hujan terbesar sepanjang sejarah di India. Sebagian besar daerah di India tidak pernah menerima hujan sehebat ini dalam setahun terakhir.
(ita/)











































