DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 00:08 WIB

Handphone Steffy Burase Sempat Dicek Penyidik KPK

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Handphone Steffy Burase Sempat Dicek Penyidik KPK Steffy Burase setelah diperiksa KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Fenny Steffy Burase diperiksa KPK selama 12 jam terkait kasus suap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Saat pemeriksaan, penyidik sempat mengecek ponsel (handphone) Steffy.

Steffy, yang diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018), sempat turun setelah baru satu jam diperiksa. Dia diminta penyidik mengambil ponsel untuk dicek.

"Betul," ujar Steffy saat ditanya mengenai pemeriksaan ponsel kepada wartawan.

Namun Steffy mengaku tidak tahu data atau bukti komunikasi yang ingin diketahui penyidik dari ponsel miliknya. Ponsel juga sudah dikembalikan kepada Steffy seusai pemeriksaan.

"Mereka yang tahu ya (apa saja yang diperiksa dari ponsel saya). Saya juga nggak tahu," ucapnya.

Dia telah memberikan keterangan sebanyak 12 lembar berita acara pemeriksaan (BAP) kepada KPK. Penyidik mencecar Steffy soal aliran dana dan hubungannya dengan Irwandi, yang tersandung kasus suap terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

"Yang ingin saya sampaikan bahwa Bu Steffy diperiksa dengan dengan halaman BAP, kurang-lebih 40-60 pertanyaan barangkali. Yang ditanyakan seputar aliran dana dan hubungan personal. Aliran dana itu memang ada aliran dana, tapi Bu Steffy sendiri tidak pernah tahu dana itu," kata pengacara Steffy, Fahri Timur, dalam kesempatan yang sama.

Steffy merupakan anggota tim ahli dalam Aceh Marathon 2018. Terkait statusnya sebagai saksi dalam kasus ini, Steffy dicegah bepergian ke luar negeri. Tak hanya itu, rekening Steffy juga dibekukan bersama tersangka lain dalam kasus ini.

Dalam perkara ini, Irwandi diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi sebesar Rp 500 juta dari commitment fee Rp 1,5 miliar atau 10 persen demi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi DOKA.

KPK menduga bagian 8 persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, sedangkan 2 persen di tingkat kabupaten. Sebagian dari duit suap Rp 500 juta itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.




(nif/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed