DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 20:33 WIB

Hummer Hary Tanoe dan Geger Caleg PDIP di KPU

Dwi Andayani - detikNews
Hummer Hary Tanoe dan Geger Caleg PDIP di KPU Ricuh kader PDIP dan petugas KPU saat pendaftaran caleg (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Di sela pendaftaran bakal calon anggota legislatif di KPU, sempat terjadi geger antara sejumlah kader PDIP dan petugas KPU. Politikus PDIP Adian Napitupulu menyebut mobil Hummer milik Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo sebagai pemicu keributan, yang kemudian dibantah Perindo.

Peristiwa itu terjadi siang tadi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018). Rombongan PDIP tiba sekitar pukul 13.45 WIB. Kemudian tak berselang lama, rombongan Perindo tiba sekitar pukul 14.00 WIB.

Keributan terjadi saat sebagian kader PDIP tertahan di pintu gerbang KPU. Adian mengaku kader PDIP sempat dihalang-halangi masuk ketika rombongan Perindo datang.

"Perindo ikut narik-narikin orang kita. Kalau kemudian mau ada yang lebih dulu masuk, silakan, tapi jangan begitu suaranya, nggak ngusir-ngusir orang," tutur anggota DPR RI Komisi VII itu.


Tak hanya adu mulut, aksi tarik-menarik juga sempat terjadi di antara kedua kader tersebut. Adian mengatakan mobil Hummer yang ditumpangi Harry Tanoe masuk barisan kader PDIP di depan KPU dan menghalangi akses masuk kadernya. Dia juga menilai petugas KPU tak berlaku adil saat kejadian itu.

"Oke lu kaya, oke lu punya mobil Hummer, memang lu berhak ngusir orang? Nggak dong, turun baik-baik, permisi segala macam. Ini masuk mobilnya segala macam membelah barisan kita seperti itu," ujar Adian.

"Setelah tidak bisa masuk mobilnya, orang yang jalan suruh minggir, dibentak-bentak. Nah pamdal KPU tidak berlaku adil melihat itu," sambungnya.


Di sisi lain, petugas KPU Suyadi mengatakan keributan itu terjadi karena rombongan Perindo lebih dulu diberi akses masuk. Sebab, kata Suyadi, Perindo lebih dulu memasukkan berkas dan registrasi kedatangan.

"Hanya tadi PDIP sudah datang duluan, Perindo datang dikasih akses duluan, padahal yang sudah registrasi duluan itu Perindo, sedangkan ini (PDIP) belum," kata Suyadi.

"Ya menunggulah, kan mereka yang penting siap berkasnya. Perindo diberi akses karena berkasnya sudah sampai. Kita tidak membeda-bedakan," ucapnya.
Hummer Hary Tanoe dan Geger Caleg PDIP di KPUKisruh PDIP dan petugas KPU saat pendaftaran caleg. (Ari Saputra/detikcom)


Perindo juga membantah semua tuduhan PDIP. Menurut Perindo, sebelum mobil Hummer Hary Tanoe tiba, kader PDIP sudah ramai ingin masuk.

"Sama sekali tidak benar mobil Ketum menjadi pemicu kerusuhan. Sejak mobil Ketum belum datang, massa PDIP sudah ramai ingin masuk," ujar Sekjen Perindo Ahmad Rofiq saat dimintai konfirmasi.

Rofiq menyebut mobil ketum parpol memang diperkenankan masuk saat pendaftaran bacaleg pada Pemilu 2019. Dengan alasan itu, petugas KPU membukakan pintu ketiga saat Hary Tanoe datang dengan mobil Hummer-nya.

Momen itulah yang, menurutnya, dimanfaatkan kader PDIP untuk masuk ke kantor KPU. Karena kedatangannya bersamaan dengan Perindo, tidak semua kader PDIP diperbolehkan masuk. Rofiq pun menegaskan pihaknya sudah menjalankan aturan yang berlaku dan membantah terlibat keributan siang tadi di KPU.

"Partai Perindo partai yang paling tertib. Ngapain ngurusin keributan. Mending urus aspirasi rakyat," tukas Rofiq.
(ams/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed