Panglima TNI Minta Semua Pihak Tahan Diri Pasca Helsinki
Kamis, 28 Jul 2005 18:37 WIB
Jakarta - Pembakaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) disesalkan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Panglima meminta semua pihak menahan diri agar kesepakatan damai dengan GAM di Helsinki, Finlandia tidak terganggu."Menurut saya dengan adanya Helsinki, seyogyanya semua pihak bisa menahan diri. Tidak melakukan langkah-langkah yang bisa menyebabkan perundingan Helsinki terganggu," kata Panglima usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Dephan, Jl. Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (28/7/2005). Panglima TNI meminta agar aspirasi masyarakat baik yang mendukung maupun menolak perundingan Helsinki disalurkan dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum. Puluhan orang yang mengatasnamakan Komando Bela Tanah Air (Kombat), sekitar pukul 10.00 WIB tadi, membakar bendera GAM di Istana Wapres, Jalan Merdeka Selatan. Mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan perundingan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
(iy/)











































