DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 12:55 WIB

Angka Kemiskinan Terendah RI, PD: Mari Tak Politisir Statistik

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Angka Kemiskinan Terendah RI, PD: Mari Tak Politisir Statistik Ferdinand Hutahaean (dok. pribadi)
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2018 yang sebesar 9,82% menjadi paling rendah sepanjang sejarah. Partai Demokrat (PD) meragukan hal itu.

"Terus terang kami mengapresiasi data yang dirilis oleh BPS tersebut bahwa angka kemiskinan menurun. Bagus jika faktanya juga demikian. Namun apakah betul kemiskinan menurun?" ujar Ketua DPP PD Ferdinand Hutahaean kepada detikcom, Selasa (17/7/2018).

Keraguan tersebut bukan tanpa sebab. Ferdinand mengatakan keraguan itu didasari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut kemiskinan bukan masalah fundamental.


"Hanya masalah ketepatan waktu pembagian bantuan kepada orang miskin, semisal beras, dengan waktu survei. Jadi jika ini benar yang terjadi, maka kemiskinan menurun itu hanya pada saat dapat bantuan, tapi setelah bantuan habis, ya kembali miskin," tutur Ferdinand.

Berdasarkan survei yang dilakukan Demokrat saat berkeliling Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kata Ferdinand, hal itu bertolak belakang dengan realitas di lapangan. Dia mengatakan, berdasarkan aduan masyarakat yang diterima Demokrat, banyak terjadi kesulitan ekonomi, bukan peningkatan.

"Jadi dengan demikian, kami masih harus mencocokkan data BPS ini dengan fakta lapangan," tuturnya.


"Belum lagi standar kemiskinan kita yang masih menetapkan penghasilan Rp 11 ribu per hari, ini kan sangat rendah bila dibanding angka kemiskinan menurut PBB. Jadi mari kita semua tidak mempolitisir angka-angka statistik. Kasihan rakyat jadi objek politik, padahal mereka subjek politik," imbuh Ferdinand.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2018 yang sebesar 9,82% menjadi paling rendah sepanjang sejarah.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers neraca perdagangan pada Juni 2018. Dia mengatakan angka kemiskinan per Maret tahun ini menjadi single digit.

"Apakah ini yang terendah, iya (terendah), bisa saya sampaikan kalau dilihat pada tahun Maret 2011 itu persentasenya 12,49%," kata Suhariyanto di kantor BPS pusat, Jakarta, Senin (16/7).
(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed