DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 19:05 WIB

Viral 'Puting Beliung' di Lapangan Bola Depok, Ini Penjelasan BMKG

Aditya Mardiastuti - detikNews
Viral Puting Beliung di Lapangan Bola Depok, Ini Penjelasan BMKG Viral pusaran angin disebut puting beliung (dok. Istimewa)
Jakarta - Video pusaran angin, yang disebut sebagai puting beliung dan mendadak muncul di tengah lapangan bola, membuat heboh media sosial. BMKG menjelaskan itu bukanlah puting beliung, melainkan bentuk turbulensi.

Video berdurasi satu menit itu menunjukkan angin berputar melingkar dan mengangkat pasir berwarna cokelat di tengah pertandingan sepakbola. Meski angin itu terus berputar, para pemain sepakbola yang berseragam biru itu tak mengindahkan dan tetap berdiri di tengah lapangan.


Angin itu terus berputar makin besar, kemudian menghilang setelah melewati gawang. Di akhir video, terlihat para penonton bersorak dan ada yang sibuk mengabadikan momen tersebut. Video itu disebut terjadi di Lapangan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Kepala Bagian Humas BMKG Harry Tirto menjelaskan fenomena alam itu bukan angin puting beliung. Harry menjelaskan peristiwa itu disebut sebagai turbulensi.

"Turbulensi merupakan fenomena perubahan kecepatan yang sering terjadi dalam waktu singkat berskala kecil dan terjadi secara acak. Dengan kata lain, ketika kecepatan aliran udara dan/atau arah pergerakannya berubah dengan cepat, maka pada saat itu dapat dikatakan telah terjadi turbulensi udara," kata Harry ketika dimintai konfirmasi, Senin (16/7/2018).
Viral 'Puting Beliung' di Lapangan Bola Depok, Ini Penjelasan BMKGViral pusaran angin yang disebut puting beliung (dok. Istimewa)

Hary menambahkan peristiwa yang terjadi di Depok itu disebut sebagai turbulensi geseran. Turbulensi biasa terjadi saat adanya perubahan arah angin yang mendadak.

"Fenomena yang terjadi di Depok tersebut dapat dimasukkan dalam jenis turbulensi geseran. Turbulensi geseran (shear turbulence) disebabkan adanya perubahan arah angin yang tiba-tiba," jelasnya.

"Yaitu ketika arah angin berubah mendadak, baik secara horizontal maupun vertikal dalam jarak yang dekat, akibat adanya perbedaan tekanan udara. Turbulensi geseran terjadi sepanjang perbatasan antara dua aliran udara yang bergerak berlawanan arah," terang Harry.
(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed