DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 11:45 WIB

Terduga Teroris Jl Kaliurang dari JAK, Pasutri Indramayu dari JAD

Audrey Santoso - detikNews
Terduga Teroris Jl Kaliurang dari JAK, Pasutri Indramayu dari JAD Kapolri Jenderal Tito Karnavian (dok. Istimewa)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tiga terduga teroris yang ditembak mati polisi di Jalan Kaliurang, Yogyakarta, merupakan anggota Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). Sedangkan 11 terduga teroris yang diamankan pasca-pelemparan bom panci di Mapolresta Indramayu adalah anggota Jaringan Ansharut Daulah (JAD).

"Ya ini di Indramayu JAD. Kalau yang di Yogya itu terkait dengan JAK," kata Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018).


Tito menjelaskan JAK adalah jaringan teroris yang juga mendukung JAD. "JAK ini dia tetap mendukung JAD, ada hubungannya dan kita akan kembangkan," sambung dia.

Tito mengaku polisi sudah mengetahui seluk-beluk kedua kelompok teroris ini. Dia meminta masyarakat tidak khawatir terkait peristiwa yang terjadi akhir pekan lalu.


"Sudah tahu jaringannya. Masyarakat jangan khawatir. Kami akan tangani," ucap Tito.

Aksi kejar-kejaran yang diwarnai penembakan terjadi di Jalan Kaliurang (Jakal) Km 9,5, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (14/7) sore. Tiga terduga teroris tewas ditembak polisi dan dua polisi terluka.

Dini hari setelahnya, Minggu (15/7), sepasang suami-istri terduga teroris melemparkan bom rakitan ke halaman Mapolresta Indramayu. Bom tersebut tidak meledak dan polisi berhasil mengamankan kedua pelaku yang berusaha melarikan diri.
(aud/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed