DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 08:46 WIB

NasDem: Tak Mungkin Trilogi Pembangunan Soeharto Dilakukan Jokowi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
NasDem: Tak Mungkin Trilogi Pembangunan Soeharto Dilakukan Jokowi Foto: Sekjen NasDem Johnny G Plate (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Partai Berkarya menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalankan ajaran Presiden ke-2 RI Soeharto untuk solusi masalah Indonesia saat ini, salah satunya mengenai trilogi pembangunan. Sebagai parpol pengusung Jokowi, NasDem menilai konsep pembangunan trilogi Soeharto tidak bisa dijalankan Jokowi saat ini, karena situasinya berbeda.

"Tidak mungkin pakai konsep trilogi pembangunan Orde Baru, karena situasinya berbeda. Trilogi pembangunan yang sekarang, yang disesuaikan relevansinya dengan keterkenian Indonesia," ujar kata Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada detikcom, Minggu (15/7/2018).

Johnny menilai konsep pembangunan trilogi zaman Soeharto asal mengejar pertumbuhan, namun penuh dengan ketimpangan ekonomi. Sementara itu lingkungan global saat ini sudah jauh berbeda.

"Ya kalau kita mau mengejar stabilitas, ya stabilitas pemerintahan yang dulu dengan yang sekarang sudah berbeda. Dulu pemerintahannya Presiden dipilih di MPR, sekarang melalui pemilihan langsung, demokrasinya sudah berbeda," katanya.


Sebelumnya, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso meminta Presiden Jokowi menjalankan ajaran Soeharto untuk solusi dari masalah di Indonesia saat ini. Ajaran tersebut mengenai pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas, dan trilogi pembangunan. Johnny menilai Priyo tidak menyeluruh melihat konsep Nawa Cita yang dijalankan Jokowi.

"Priyo tidak mengikuti secara detil kebijakan-kebijakan yang ada di dalam Nawa Cita, kalau mengikuti secara detil pasti tidak akan beda pendapatnya. Pak Jokowi menerapkan Nawa Cita, tetapi juga memperhatikan trilogi pembangunan yang tentu disesuaikan relevansinya dengan perkembangan terakhir, perkembangan terkini Indonesia dan global," ucapnya.


Johnny mencontohkan, dalam melakukan pembangunan, Jokowi memperhatikan dengan baik pertumbuhan ekonomi dan sebaran dari pertumbuhan ekonomi tersebut.

"Sebaran pertumbuhan ekonomi atau yang disebut dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, kenapa? Karena kita tidak saja menjaga pertumbuhan ekonomi, tapi kita juga ingin memperkecil disparitas ekonomi antar wilayah," jelasnya.

"Dulu kan kita pegang betul pertumbuhan, akibatnya disparitasnya tinggi, kesenjangannya tinggi. Sekarang ini di samping pertumbuhan juga menekan agar disparitas atau kesenjangannya menjadi kecil. Jadi salah satu trilogi itu diperhatikan betul-betul," lanjutnya.


Menurut Johnny, Jokowi tetap saja melakukan pembangunan yang mirip dengan trilogi pembangunan Soeharto. Namun Jokowi melakukan penyesuaian dengan situasi terkini Indonesia, yang tantangan dan lingkungannya sudah jauh berbeda dengan zaman Orde Baru.

"Jadi kalau Pak Priyo mendalami betul apa yang ada di dalam kebijakan-kebijakan Pak Joko Widodo dalam Kabinet Kerja terkait dengan Nawa Cita, di dalamnya sudah termasuk dengan memperhatikan keterkinian dari trilogi pembangunan itu sendiri," tuturnya.
(nvl/fai)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed