Bendera GAM Diinjak & Dibakar di Depan Kantor Kalla

Bendera GAM Diinjak & Dibakar di Depan Kantor Kalla

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2005 11:23 WIB
Jakarta - Puluhan orang yang mengatasnamakan Komando Bela Tanah Air (Kombat) mendemo Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla. Para demostran mendesak pemerintah untuk menghentikan perundingan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Aksi yang diwarnai dengan pembakaran bendera GAM ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di Istana Wapres, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2005). Dalam aksinya, para pendemo mengenakan topeng bergambar Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofyan Djalil dan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin. Mereka juga memakai topeng bergambar para tokoh GAM, utamanya mereka yang kini tinggal di Swedia. Tetapi, mata para pemakai topeng ini diberi warna hitam. Sebelum membakar bendera GAM, Kombat sempat menginjak-injak bendera warna merah bergambar bulan sabit dan bintang itu. Aksi ini tidak mengganggu lalu lintas di jalan protokol itu. Puluhan orang ini berdemo di taman yang menjadi pemisah jalur di Jalan Medan Merdeka Selatan.Puluhan aparat kepolisian menjaga ketat aksi yang berlangsung di seberang Kantor Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan Kantor Kedutaan Besar AS tersebut. Menurut koordinator aksi, A. Rizal, GAM merupakan gerakan separatis yuang ingin merongrong persatuan Indonesia. Rizal memaparkan, dalam menghadapi gerakan separatis ini, pemerintah Indonesia sebenarnya sudah moderat dan mengakomodir segala tuntutan masyarakat. Caranya, dengan menerbitkan UU no. 18/2001 tentang otonomi khusus dan pemberlakuan syariat Islam. Namun, Rizal menyesalkan, dalam melakukan upaya perundingan, pemerintah tidak melibatkan komponen masyarakat lainnya. Padahal dalam pertemuan itu melibatkan tokoh GAM yang sudah menjadi warga negara asing."Kami mencium adanya motif ekonomi yang melatarbelakangi perundingan di Helsinki. Yaitu bernafsunya pihak asing yang ingin bekerja sama dengan Bakrie Group dan Bukaka Group untuk menggarap proyek pemulihan Aceh," tuduh Rizal. Seperti diketahui, Bakrie Group adalah perusahaan yang dimiliki oleh Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, sedangkan Bukaka Group merupakan kelompok usaha milik keluarga Kalla.Pihak Kombat pun mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghentikan segala bentuk perundingan dengan GAM. Hingga pukul 11.00 WIB, aksi massa tersebut masih berlangsung. (ism/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads