Ribuan Masyarakat Donggala Kepung Kantor Bupati dan DPRD
Kamis, 28 Jul 2005 10:49 WIB
Palu - Ribuan masyarakat Donggala mengepung Kantor Bupati dan DPRD Donggala di Kota Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah. Massa menuntut pengusutan kasus korupsi oleh Bupati Donggala Adam Arjad Lamarauna dan Ketua DPRD Donggala Ridwan Yalijama. Demo di depan kantor bupati dan DPRD ini merupakan aksi hari ketiga sejak Selasa 26 Juli lalu. Aksi berlangsung sejak pukul 08.00 Wita, Kamis (28/7/2005), dan sampai saat ini massa terus berdatangan. Massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang ini terdiri dari Solidaritas Kelompok Buruh Pelabuhan Donggala, Serikat Nelayan Donggala, Serikat Tani Donggala, para pemuda, dan berbagai elemen masyarakat lain.Aksi ini dipicu adanya dugaan korupsi dalam rencana pembelian dua unit kapal fiberglass senilai Rp 2,7 miliar. Indikasi korupsi ada pada pengambilan keputusan yang tidak diketahui kelompok nelayan. Keputusan pembelian dua unit kapal sudah disetujui dalam rapat pembahasan APBD 2005 di DPRD Donggala namun sampai sekarang belum terealisasi.Juga ada indikasi korupsi dalam pengadaan mobil dinas untuk fraksi. Kemudian pembangunan proyek air bersih yang dianggarkan dalam APBD 2003-2004, tapi sampai saat ini belum selesai. Proyek-proyek lain yang berhenti dikerjakan antara lain jalan lingkar kota Donggala dan pembangunan pusat pertokoan.Dalam aksinya, massa mendesak DPRD Donggala untuk membatalkan pembelian dua unit kapal fiberglass. Massa juga mendesak Kejaksaan Negeri Donggala untuk mengusut kasus korupsi APBD Donggala 2000-2004, dan memeriksa bupati dalam kasus pengadaan mobil dinas untuk fraksi.Massa juga mendesak Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan vonis sesuai hukum kepada anggota dewan yang sidang. Saat ini Ketua DPRD Donggala Ridwan Yalijama dan beberapa anggota DPRD sedang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi untuk penyalahgunaan APBD tahun 2000-2004.Aksi ini sempat diwarnai ketegangan ketika mencoba merangsak masuk ke Kantor Bupati dan Kantor DPRD. Tapi petuga kepolisian dengan sigap membarikade semua pintu masuk.Koordinator lapangan Didi Sohar kemudian mencoba menenangkan massa. Massa diajak kembali berkumpul di lapangan di belakang kantor Bupati Donggala.
(gtp/)











































