DetikNews
Sabtu 14 Juli 2018, 19:14 WIB

Amien Rais Bilang Akuisisi Freeport Bohong, Hanura: Memang Dia Ngerti?

Tsarina Maharani - detikNews
Amien Rais Bilang Akuisisi Freeport Bohong, Hanura: Memang Dia Ngerti? Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Politikus senior PAN Amien Rais menyebut akuisisi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51 persen hanya bohong-bohongan. Hanura tak yakin Amien paham persoalan PTFI.

"Memangnya Amien Rais ngerti soal Freeport? Baca KK-II Gen V Tahun 1991 (Kontrak Karya II PTFI Tahun 1991) saja kayaknya nggak pernah deh itu orang," kata Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah, Sabtu (14/7/2018).


Menurut Inas, Amien selalu bersikap sok tahu. Dia kemudian kembali menyinggung Amien dengan istilah 'comberan'.

"Selalu saja gaya sok tahunya dijadikan andalan, bahkan semakin hari semakin bercomber ria dengan segala ocehan yang asal-asalan dan bukan hanya menyesatkan masyarakat, tapi dirinya sendiri ikut tersesat," ujar Inas.

Dia pun menyarankan Amien banyak mencari tahu soal PTFI sebelum menyampaikan pendapatnya di hadapan publik. Inas mengatakan pernyataan Amien itu bisa menyesatkan masyarakat.

"Ada pepatah yang mengatakan 'malu bertanya, sesat di jalan'. Nah, itu terjadi dengan Amien Rais. Seharusnya dia bertanya dulu kepada pemerintah mengenai divestasi Freeport, agar tidak sesat ketika menyampaikan kembali kepada masyarakat," tuturnya.


Sebelumnya, Amien Rais menyinggung pemerintah yang baru saja menyepakati akuisisi 51 persen saham PTFI saat menyampaikan sambutan dalam acara halalbihalal Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Menurut Amien, hal itu hanya sebuah kebohongan.

"Seolah-olah kita sudah senang karena Freeport kembali ke tangan Ibu Pertiwi. Buat saya, itu hanya, maaf, bohong-bohongan, karena operasional masih mereka, semuanya masih mereka. Gitu," kata Amien di lokasi acara di aula Masjid Al-Furqon, Jakarta Pusat.

Namun Amien tidak mau melanjutkan ucapannya soal Freeport itu. "Saya tidak ingin mendalami ini karena ada yang lebih ahli, nanti saya bisa keliru," ujarnya.
(tsa/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed