DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 15:17 WIB

Persiapan Gubernur Sabran Jika Kalteng Terpilih Jadi Ibu Kota RI

Moch Prima Fauzi - detikNews
Persiapan Gubernur Sabran Jika Kalteng Terpilih Jadi Ibu Kota RI Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran /Foto: Detikcom
Jakarta - Kalimantan Tengah merupakan salah satu kandidat provinsi yang memiliki calon pengganti ibu kota Indonesia. Jika itu terjadi, maka akan ada penambahan jumlah penduduk yang datang ke Kalteng.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengatakan bahwa ia telah menyiapkan food estate untuk kebutuhan pangan, selain dari persoalan infrastruktur.

"Pemindahan ibu kota itu berkaitan dengan pangan. Kebutuhan penduduknya paling tidak kalau kita hitung dari segi penduduknya itu ada 2 sampai 3 juta orang yang pindah. Nah Kalteng sendiri penduduknya ada 2,6 juta sesuai dengan KTP. Tapi perkiraan kita 3 jutaan karena banyak pekerja pendatang," ujar Sugianto saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7/2018).


Untuk memenuhi pangan, Sugianto mengungkap telah menyiapkan lahan pertanian seluas 300 ribu hektar dengan total cakupan lahan dengan komoditas seperti jagung dan tebu seluas 1.200 hektar.

"Kita sudah menyiapkan lahan pertanian sekitar 300 ribu hektar. Rencana awal untuk food estate kita siapkan sekitar 1.200 hektar untuk agro kita siapkan untuk pertanian secara luas baik itu pangan, jagung, tebu dan lain-lain," katanya.

Sementara itu di Kalimantan sendiri masih terdapat suku-suku yang salah satunya adalah dayak. Lantas bagaimana dengan nasib suku-suku di Kalimantan jika ibu kota berada di wilayah tersebut?


Sugianto mengatakan, soal pemindahan ibu kota pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Ia sendiri akan berkoordinasi dengan suku-suku setempat jika sudah mendapat kepastian.

"Belum kita cuma tunggu perintah. peta kita sudah serahkan, mudah-mudahan kalau Bapak Presiden setuju kami siap. Kami pun akan koordinasi dengan seluruh tokoh yang ada di Kalimahtan Tengah, orang-orang dayak, suku-suku di Kalteng kita akan kumpulkan dari suku, agama," ujarnya


Ia sendiri berharap jika ada pengusaha pendatang yang akan pindah ke Kalteng tidak berdampak pada ketimpangan sosial di tengah masyarakat. Ia ingin kedatangan mereka menjadi maslahat bagi masyarakat setempat.

"Ini kan tugas pemerintah dan saya juga sebagai gubernur. Kita kan ada pengusaha ratusan pengusaha kebun sawit di Kalteng, semestinya kedatangan mereka ini tidak memberikan ketimpangan tapi justru mendatangkan kemaslahatan untuk masyarakat pedalaman," tutupnya.

Seperti diketahui saat ini pemerintah tengah mempertimbangkan tiga provinsi di luar Jawa yang akan menjadi rumah baru ibu kota Indonesia. Tiga provinsi yang telah disetorkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro ke Presiden Jokowi adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimatan Timur.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed