detikNews
Rabu 11 Juli 2018, 15:38 WIB

Dinas Olahraga Diobok-obok KPK, Bagaimana Nasib Aceh Marathon?

Agus Setyadi - detikNews
Dinas Olahraga Diobok-obok KPK, Bagaimana Nasib Aceh Marathon? Foto: Baliho Steffy Burase di Kantor Pemerintahan Aceh (agus/detikcom)
Aceh - Penyidik KPK menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. Barang bukti elektronik disita dari lokasi ini. Lalu bagaimana nasib Aceh Marathon setelah kantor tersebut diobok-obok lembaga anti rasuah?

"Saya belum tahu. Pasca pemeriksaan di kantor Dispora saya belum dapat arahan apa pun dari pimpinan," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Rahmat, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (11/7/2018).

Penggeledahan di Kantor Dispora Aceh dilakukan pada Selasa 10 Juli kemarin sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.25 WIB. Proses penggeledahan dikawal oleh personel Brimob. Saat keluar, penyidik KPK membawa keluar koper dan satu unit kardus.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, mengatakan, dari hasil penggedelahan tersebut, penyidik menyita barang bukti elektronik. Barang bukti ini untuk memperkuat perkara yang sedang ditangani.

"Dari penggeledahan di Dispora disita barang bukti elektronik. Penyidik memandang sejumlah bukti baru ini akan memperkuat perkara yang sedang ditangani," kata Febri.

"Penggeledahan dilakukan di Dinas PUPR dan Dispora Aceh. Dalam kasus ini, dari dokumen-dokumen dan catatan-catatan proyek yang kami dapatkan, semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Pelaksanaan Aceh Marathon 2018 memang salah satu sumber dananya dari Dispora Aceh. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Darmansah, sebelumnya mengatakan, pihaknya menyiapkan uang sebesar Rp 3 miliar sebagai hadiah.

"Hadiahnya di Dispora sebesar Rp 3 miliar untuk semua kategori. Ada empat kategori," kata Darmansah, Jumat 6 Juli lalu

"Dispora tidak mengeluarkan uang tanpa ada prosedur. Di dispora itu ada beberapa biaya tapi tidak ada tender, semua PL (penunjukan langsung) karena biayanya tidak sampai Rp 200 juta seperti cetak spanduk," ungkapnya.

Dana untuk menggelar event bertaraf internasional bersumber dari Dispora Aceh, BPKS Sabang, dan Dispora Sabang. Untuk pembelian medali dan baju, ditender oleh pihak BPKS. Menurut Darmansah, persiapan di Dispora Aceh hingga saat ini sudah 80 persen.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait setoran Bupati Bener Meriah sebagai ijon proyek yang dibiayai Dana Otonomi Khusus (Otsus). Duit suap Rp 500 juta diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.

"Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed