Tim Sidak Sumur Resapan Sisir Jakbar, tapi Pabriknya Sudah Digembok

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 11 Jul 2018 12:11 WIB
Tim sidak sumur resapan mendatangi pabrik di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (11/7/2018). (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Tim Pengawasan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Air Tanah melakukan sidak di salah satu pabrik di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat. Tapi tim tak bisa melakukan sidak di tempat itu karena pabrik sudah ditutup dan digembok.

Pantauan detikcom, tim sidak sumur resapan mendatangi pabrik di kawasan permukiman, Jalan Kampung Belakang, Kamal, Jakarta Barat, Rabu (11/7/2018).

Pintu gerbang berwarna biru terkunci dengan gembok. Hanya pintu samping yang berisi beberapa kamar yang bisa dibuka.


Tim sidak sumur resapan mendatangi pabrik di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (11/7/2018)Tim sidak sumur resapan mendatangi pabrik di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (11/7/2018). (Arief Ikhsanudin/detikcom)




Tim masuk ke pintu yang diperkirakan sebagai mes pabrik. Namun orang yang ada di dalam bangunan tidak tahu-menahu masalah tutupnya pabrik.

"Saya nggak tahu. Nggak tahu," kata orang tersebut.

Tim mendapat informasi dari pihak Kelurahan Kamal dan Ketua RT 10/03 Kamal yang menyebut pabrik sudah tutup sekitar satu tahun lalu. Tim memutuskan meninggalkan lokasi sidak.

"Tutup tahun lalu setelah Lebaran. Dulu ini pabrik sandal, sandal Carvil," kata Kasie Ekonomi Pembangunan Kelurahan Kamal, Ade Mulya Rohman, kepada wartawan di lokasi pabrik.

Ade mengaku baru mengetahui pabrik tutup setelah meninjau lokasi sebelum tim datang. Tidak ada laporan kepada pihak kelurahan mengenai tutupnya pabrik tersebut.

"Saya tahu pas ngecek, katanya ada dari provinsi tinjau ke sini. Pas ke sini saya kaget, kok tutup, terus saya langsung panggil pak RT," kata Ade.





Tim sidak sumur resapan mendatangi pabrik di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (11/7/2018)Tim sidak sumur resapan mendatangi pabrik di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (11/7/2018). (Arief Ikhsanudin/detikcom)


Pemprov DKI Jakarta mengagendakan sidak di 80 gedung di kawasan perindustrian di Jakarta Barat dan Jakarta Timur pada 9-20 Juli. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sidak sumur resapan di gedung dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran oleh industri.

"Keinginan kita membuat Jakarta berkelanjutan di mana daya topang lingkungan perlu sustainable dan effort serius," jelas Anies saat apel sidak di Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (8/7). (aik/fdn)