PDIP DKI Minta Anies Tindak Gedung yang Tak Punya Sumur Resapan

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 11 Jul 2018 11:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pasukan sidak sumur resapan, Senin (9/7). (Fida/detik)
Jakarta - Anggota Komisi D DPRD DKI Pantas Nainggolan menyambut positif inspeksi mendadak (sidak) sumur resapan tahap kedua yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Pantas meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menindak tegas gedung-gedung yang tidak memiliki sumur resapan.

"Yang perlu diperhatikan, penggunaan air tanah untuk konsumsi pribadi dengan untuk usaha. Itu harus jelas perbedaannya. Jangan karena konsumsi pribadi disasar, sementara yang usaha tidak. Terus, penegakan hukum nggak bisa ditawar-tawar. Kalau yang tidak punya, harus diperbaiki," kata Pantas saat dihubungi detikcom, Rabu (11/7/2018).


Pantas menuturkan gedung-gedung di Jakarta memang perlu membuat sumur resapan. Sumur resapan diyakini dapat mengantisipasi penurunan permukaan tanah.

"Jadi menurut saya, masalah utama adalah penurunan permukaan tanah di DKI Jakarta. Sebab, berdasarkan penelitian, salah satu sebabnya adalah penggunaan air tanah yang berlebihan. Di sisi lain (sidak) itu adalah pengakuan bahwa DKI Jakarta mengalami penurunan permukaan tanah," terang Pantas.

Sidak tahap kedua yang digelar mulai Senin (9/7) hingga Jumat (20/7) ini menyasar gedung-gedung yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Sidak dimulai dari kawasan industri di Pulogadung, Jakarta Timur.


Adapun sidak sumur tahap pertama dilakukan Pemprov DKI di kawasan Jakarta Pusat. Hasilnya antara lain ada lima gedung di kawasan Jl Jenderal Sudirman yang tak memiliki sumur resapan.

"Lagi proses, tapi yang belum Sinar Mas, Sampoerna, Plaza Sentral, Davinchi, Wisma Kosgoro. Tapi Wisma Kosgoro memang ada rencana membangun baru," kata Kepala Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan Benny Agus Chandra di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (9/7). (zak/idh)