PKB Nilai Duet Poros Ketiga Cak Imin-AHY Bisa Terjadi

PKB Nilai Duet Poros Ketiga Cak Imin-AHY Bisa Terjadi

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Selasa, 10 Jul 2018 17:20 WIB
PKB Nilai Duet Poros Ketiga Cak Imin-AHY Bisa Terjadi
Cak Imin dan AHY (Dok Detikcom)
Jakarta - Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Syamsurijal mengatakan ada kemungkinan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) akan berduet dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Demokrat sendiri diketahui sejauh ini masih terbuka terhadap sosok Cak Imin.

"(Cak Imin-AHY) ya bisa-bisa aja. Karena di sana itu sebelah jadi rival Pak Jokowi belum deklarasi, belum bulet juga, PKS juga goyang-goyang," kata Cucun di Paradigma Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).


"Kalau tadi pertanyaan gimana Cak Imin-AHY, ini kan satu opsi menarik untuk kita tindak lanjuti gimana pun itu sangat memungkinkan dan menarik bagaimananya AHY bisa didorong," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu disampaikan Cucun dalam diskusi bertema 'Menakar Koalisi Nasionalis Religius'. Dia mengatakan sejauh ini PKB masih tetap ingin adanya duet Jokowi-Cak Imin (Join).

Namun, bila hal itu tak terwujud, PKB akan kembali mencari jalan lain. Salah satu yang dibahas adalah duet Cak Imin-AHY.


Senada dengan Cucun, Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief mengatakan posisi Cak Imin di PD sangat terbuka. Andi mengatakan duet poros ketiga Cak Imin-AHY merupakan salah satu yang dibahas.

"Kalau Cak Imin pasti terbuka, dengan Prabowo belum diputuskan oleh kita. Dengan Cak Imin, Zulhas kan 3 partai ini sering berkoalisi. Kita lagi simulasi-simulasi ini, AHY-Cak Imin apa Cak Imin-AHY apakah bisa jadi poros ke-3 misalnya untuk melawan Prabowo dan Jokowi," kata Andi.

Andi mengatakan saat ini PD sedang concern menentukan sikap. Berbagai kemungkinan, kata Andi, masih bisa terjadi di Pilpres 2019.


Ia mengatakan Demokrat, PAN, dan PKB tidak sulit berkomunikasi. Akan tetapi, dikatakannya, PD tidak mungkin mengajak PKB untuk berkoalisi karena saat ini posisi partai itu sudah berkoalisi.

"Jadi kita nggak main-main, kita belum tentukan sekarang masih ada waktu dan opsi dengan figur Demokrat harus capres, cawapres termasuk kalau nggak ada wakil dari kita, kita juga akan pilih opsi itu," imbuhnya. (jbr/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads