DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 13:36 WIB

Kemenhub: Alarm Kebakaran Tak Nyala Saat Kebakaran Kemarin

Mochamad Zhacky - detikNews
Kemenhub: Alarm Kebakaran Tak Nyala Saat Kebakaran Kemarin Gedung Kemenhub terbakar pada Minggu (8/8/2018) (Foto: ANTARA FOTO/HO/Humas Damkar Jakpus)
Jakarta - Pihak Kemenhub mengakui alat pendeteksi kebakaran atau fire sprinkler tak menyala saat insiden kebakaran yang terjadi Minggu (8/7) kemarin. Alat tersebut tidak aktif karena memang tidak timbul api.

"Lalu, alarm maupun yang bersifat struktur daripada keselamatan sudah berjalan dengan baik. Bahwa yang ditimbulkan itu bukan api, memang hanya asap sehingga tidak memunculkan secara teknis, fire sprinkler tidak bersuara karena tidak memunculkan panas. Jadi tidak muncul karena yang keluar hanya asap," kata Karo Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Baitul Ihwan, di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).


Ihwan menuturkan asap yang timbul berasal dari kabel yang terbakar yang merembet ke kabel lain. Dia menekankan, saat insiden terjadi tak ada api seperti kebakaran pada umumnya.

"Tidak ada api. Api itu, ya, percikan dari listrik sehingga membakar kabel, sehingga mengeluarkan asap," terang Ihwan.

Dugaan sementara, kebakaran di Kemenhub terjadi karena korsleting listrik sehingga membakar kabel yang ada di lantai bawah. Analisa sementara pihak Kemenhub, korban meninggal karena mencoba keluar gedung.

Karo Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Baitul IhwanKaro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Baitul Ihwan (tengah) (Moch Zhacky-detikcom)


"Jadi, yang selamat itu sebenarnya mereka tetap di ruangan, mereka buka jendela, aman," ujar Ihwan.

"Analisa sementara, walaupun ini masih penyelidikan, mereka kaget, bangun tidur, kaget, listrik mati. Mereka berusaha untuk keluar (gedung) turun. Nah, semakin turun, semakin ke bawah, asap itu kan semakin tebal. Jadi itu yang mungkin penyebab yang meninggal," imbuhnya.

Ihwan menepis kabar yang menyebut pihak pemadam kebakaran sulit masuk ke dalam gedung saat kejadian. Namun, dia memastikan pihaknya akan mengevaluasi aspek sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengantisipasi insiden serupa.


"Kami katakan bahwa gedung ini telah didesain secara baik dan benar, walaupun sudah cukup tua ya. Dapat kami sampaikan ini nanti secara menyeluruh dari data-data evaluasi kami baik evaluasi dari kepolisian, baik secara aspek struktur gedung untuk keselamatan ini akan kita evaluasi," jelas Ihwan.

Gedung Karya Kemenhub terbakar pada Minggu (8/7) pagi. Saat ini tim Labfor dari kepolisian sedang melakukan olah TKP di lokasi. Akibat peristiwa ini, 3 orang tewas dan 20 orang sempat dirawat di RS.
(zak/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +