DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 13:09 WIB

Plt Gubernur Aceh: Pelayanan Publik di Aceh Normal

Zunita Amalia Putri - detikNews
Plt Gubernur Aceh: Pelayanan Publik di Aceh Normal Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan surat keputusan (SK) Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Bupati Bener Meriah Syarkawi/Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom
Jakarta - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menegaskan roda Pemprov Aceh berjalan normal. Nova menerima SK sebagai Plt Gubernur Aceh karena Irwandi Yusuf ditahan KPK karena berstatus tersangka suap.

"Saya akan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya pelayanan publik dan masyarakat insyaallah normal dan tentu kami di Ace sangat perlu sinergi oleh Kemendagri," ujar Nova Iriansyah saat memberikan sambutan usai menerima SK dari Mendagri Tjahjo Kumolo di kantor Kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Nova mengatakan prihatin atas kasus yang menimpa Irwandi. Dia mengatakan sangat kehilangan Irwan sebagai rekanan kerja.




"Saya prihatin dengan Gubernur Aceh Bapak Irwandi Yusuf. Saya merasa kehilangan mitra yang baik, karena selama ini kerja saya dengan Irwandi Yusuf baik, kami saling mengisi. Apa yang terjadi kemudian tentu di luar dugaan saya dan wilayah yang jadi kewenangan penengak hukum tidak bisa kita intervensi. Tapi saya merasa prihatin dan saya harap mudah-mudahan Bapak Irwandi kuat menghadapi proses hukum," tuturnya.

Kasus yang dihadapi Irwandi menurut Nova akan dijadikan pelajaran agar berhati-hati mengemban tugas sebagai Plt Gubernur Aceh.

"Atas kejadian akhir-akhir ini kita akan ambil hikmahnya, dan kita akan hati-hati. Khususnya Bapak Mendagri saya rasa kerja sama selama ini dengan beliau baik dan mudah-mudahan bisa kita teruskan dan terakhir insyallah kita akan hindari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan saya mohon doanya insyallah segera kita kembali Aceh untuk melaksanakan tugas," imbuh dia.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed