Menlu Belanda Akan Hadiri HUT RI

Pertama Kali dalam Sejarah

Menlu Belanda Akan Hadiri HUT RI

- detikNews
Rabu, 27 Jul 2005 00:20 WIB
Menlu Belanda Akan Hadiri HUT RI
Den Haag - Menlu Belanda Ben Bot akan menghadiri upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-60 pada 17 Agustus mendatang. Langkah menteri Bot ini mendobrak tabu dan merupakan yang pertama kali dalam sejarah.Ministerie van Buitenlandse Zaken (Deplu Belanda) mengumumkan rencana superiornya tersebut Senin malam atau Selasa, 26/7/2005 WIB. "Pada peringatan 60 tahun kemerdekaan ini, kabinet memandang bijaksana untuk hadir. Kita tidak hanya memiliki masa lalu, tetapi juga masa depan," demikian argumen Bot yang disampaikan melalui jurubicaranya. Disampaikan juga bahwa orang nomor satu Deplu Belanda itu nanti akan disambut langsung oleh kolega Hassan Wirajuda. Keputusan berani menteri kelahiran Batavia (kini Jakarta) 21/11/1937 dengan nama Bernard Rudolf Bot, itu telah mendobrak tabu di Belanda. Belum pernah dalam sejarah ada anggota kabinet Belanda atau pejabat setingkat menteri yang menghadiri peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17/8, tanggal di mana Soekarno-Hatta pada 1945 memproklamirkan kemerdekaan. Selama ini sikap resmi Belanda adalah bahwa hari kemerdekaan Indonesia iru pada 27/12/1949, yakni ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam. Pemerintah Belanda juga beralasan bahwa dengan mengakui Indonesia merdeka pada 17/8/1945, berarti tindakan Politionele Acties (atau Agresi Militer, menurut versi Indonesia) antara 1945-1949 adalah sebuah kesalahan.Pada 1995 Ratu Beatrix, menyusul menghangatnya isyu perlu meminta maaf kepada Indonesia, pernah mengambil inisiatif untuk menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI pada 17/8, bertepatan dengan usia RI ke-50. Namun langkah ini diblokir PM Wim Kok selaku penguasa pemerintahan. Akhirnya Beatrix terpaksa mampir di Singapura dan baru memasuki Indonesia beberapa hari setelah tanggal kontroversial itu. Akibatnya, kedatangan Beatrix ketika itu disambut dengan dingin.Pengakuan kemerdekaan Indonesia pada 17/8/1945 memang masih mendapat tentangan keras di Belanda, terutama dari legiun veteran Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL). Pengakuan itu sama saja vonis bagi mereka, bahwa aksi militer mereka antara 1945-1949 adalah sebuah kejahatan. Padahal mereka merasa berjuang demi negara. Suara veteran KNIL selama ini efektif mempengaruhi sikap pemerintah, terutama karena wibawa Pangeran Bernhard selaku pelindung legiun veteran. Setelah suami mendiang Ratu Juliana (ayah Beatrix) tersebut mangkat, nampaknya pemerintah Belanda kini tidak lagi sungkan untuk menggunakan akal sehatnya. Langkah Bot itu dapat menjadi awal menuju pengakuan Indonesia merdeka pada 17/8/1945 sesuai fakta sejarah, sekaligus mencabut duri yang kadang mengganggu hubungan kedua negara.Keterangan Foto: Menteri Luarnegeri Belanda Bernard Rudolf Bot alias Ben Bot. (Sumber: Deplu Belanda) (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads