DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 09:23 WIB

Warga Desa Ramai-ramai Gotong Royong Finishing Jembatan Maros

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Warga Desa Ramai-ramai Gotong Royong Finishing Jembatan Maros Warga gotong royong finishing Jembatan Maros (taufiq/detikcom)
Maros - Pengerjaan pembangunan jembatan mangkrak di Dusun Damma, Desa Tompobulu, Kabupaten Maros tinggal finishing. Masyarakat Desa Tompobulu ramai-ramai ikut gotong royong membangun talud.

"Dalam dua minggu ke depan sudah bisa kita resmikan bersama masyarakat," kata Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Jumras di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (9/7/2018).

Menurutnya, tinggal beberapa pengerjaan teknis seperti pembangunan talud yang harus diselesaikan. Talud ini merupakan bagian terpenting akses masuk warga kampung.

Menariknya, pembangunan talud ini juga melibatkan masyarakat setempat. Beberapa masyarakat bahkan ikut membantu pembangunan dan ikut sumbangsih memberikan batu-batu yang ada di pinggiran sungai.

Salah satu pegawai Bina Marga, Tini saat ditemui di lokasi pembangunan jembatan mengatakan awalnya masyarakat setempat kurang antusias terhadap pembangunan jembatan ini. Namun lambat laun, setelah melihat berdirinya jembatan itu, respon warga mulai berubah.

"Mereka akhirnya menyambut kami dengan hangat dan membantu kami mulai dari hal-hal kecil hingga ikhlas menebang pohon mangga besar mereka yang menghalangi pembangunan talud," ucapnya.

Batu-batu kali sebagai dasar pondasi pembangunan talud mulai dikumpulkan secara gotong royong.

"Paling lambat seminggu ini Talud sudah selesai dibangun. Sumbangan dari pembaca detikcom kami akan pakai untuk pembangunan ini," terangnya.

Dengan berdirinya jembatan yang menghubungkan dua desa di Tompobulu ini, diprediksi akan memberikan efek ekonomis secara tidak langsung.

"Saya katakan ke mereka, ada sisi ekonominya karena pastinya harga tanah langsung mahal di sini," kata Tini sambil tertawa.

Sebelumnya, warga melintasi sungai tersebut dengan mengadu nyawa menerjang arus sungai. Bahkan ada yang meninggal dunia karena terseret arus.

Setelah itu, Pemdes merencanakan pembangunan tapi terkendala satu dua hal. Akhirnya, warga gotong royong membangun jembatan itu.

Ikut pula menyumbang ratusan pembaca detikcom dari seluruh Indonesia. Sumbangan pembaca detikcom dikelola dan dikoordinasikan ACT. Untuk teknisnya, ACT masih terus berkoordinasi dengan pihak pihak terkait.

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono akan memberi nama 'jembatan gotong royong'. Sebab pembangunan dilakukan oleh banyak unsur masyarakat. Menurut Soni, jembatan gotong royong ini akan menjadi simbol kebersamaan rakyat Indonesia untuk Maros, dan Maros untuk Indonesia.
(fiq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed