Minta Ayat Perang Tak Dipakai, TGB Dinilai 'Tenangkan' Politik

ADVERTISEMENT

Minta Ayat Perang Tak Dipakai, TGB Dinilai 'Tenangkan' Politik

Faiq Hidayat - detikNews
Sabtu, 07 Jul 2018 18:21 WIB
TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) (Foto: Dok. Instagram TGB)
Jakarta - Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai pernyataan itu bukan semata karena dukungan TGB kepada Presiden Joko Widodo.

"Pernyataan itu bukan karena hanya gara-gara pernyataan dukung Jokowi, tapi juga untuk menenangkan kondisi politik yang terlalu hangat akibat kegagalan pemerintah menjaga toleransi antar-umat beragama. Dan memang TGB dicitrakan lebih dekat dengan Jokowi," ucap Hendri kepada wartawan, Sabtu (7/7/2018).



Menurut dia, pernyataan itu tidak diutarakan karena TGB merasa diserang lawan politiknya. TGB sendiri sudah menunjukkan tidak masalah mendapat serangan politik.

"Dia (TGB) nggak apa-apa kalau ada yang nggak suka. Pemimpin yang ulama sedikit saat ini, TGB adalah salah satunya," tutur dia.



Selain itu, Hendri menilai wajar TGB mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Alasannya, TGB merupakan anak buah Jokowi di pemerintahan.

"Gara-gara statement posisi TGB sangat strategis, seorang gubernur wajar Presiden Jokowi harus dua periode, namanya juga anak buah. Tapi ditanggapi heboh, posisi strategis," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, TGB meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. Dia menegaskan Indonesia sedang tidak berperang.

Hal tersebut disampaikan TGB dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya, Jumat (6/7). Tampak TGB memberikan ceramah di depan sejumlah orang.

"Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan," ujar TGB. (fai/elz)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT