DetikNews
Jumat 06 Juli 2018, 21:31 WIB

Cerita Sandi Soal Hantu Noni Belanda di Balai Kota Jakarta

Mochamad Zhacky, Arief Ikhsanudin, Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Cerita Sandi Soal Hantu Noni Belanda di Balai Kota Jakarta Sandiaga Uno (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Pelantikan wali kota untuk wilayah administrasi DKI Jakarta ramai diperbincangkan. Bukan hanya karena siapa yang diberhentikan atau dilantik, tapi juga soal beredarnya foto perempuan pucat di acara tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno langsung menyebut gambar itu hoax. Dia memastikan itu.


"Oh ya. Saya lihat itu belakangnya Pak Bayu, ya. Ngeri banget, ya. Itu hoax kayaknya deh, Photoshop. Hoax. Saya nyatakan itu hoax," kata Sandiaga saat ditemui di jalur pedestrian Kali Besar, Jl Kali Besar Barat, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018).

Pelantikan tersebut dilakukan pada Kamis (5/7) oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Para pejabat di lingkungan DKI Jakarta pun hadir dalam acara itu.

Setelah pelantikan, foto yang di dalamnya ada sosok wanita berwajah putih jadi viral. Seorang pengguna akun Facebook berinisial AUU, yang mengunggah foto tersebut, kemudian mengait-ngaitkan hal itu dengan hal mistis. Foto ini juga menyebar di percakapan WhatsApp.

Sandiaga, yang yakin foto tersebut hasil editan, kemudian bercerita tentang adanya sosok 'noni Belanda' di kantornya. Noni Belanda adalah sebutan yang biasa melekat pada wanita-wanita keturunan Belanda pada masa kolonial.

"Saya yakin itu (penampakan perempuan disangka hantu) hoax dan di Balai Kota saya sudah tinggal 8 bulan di sana. Aman-aman dan makhluk halusnya sangat... noni Belanda-nya sangat ramah sama saya," cerita Sandiaga.


Gedung Balai Kota DKI Jakarta saat ini merupakan kantor Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya. Gedung itu berdiri sejak abad ke-19 ketika era kolonialisme.

Kala itu Batavia (sekarang Jakarta) adalah pusat pemerintahan Hindia-Belanda. Kantor pemerintahan, yang semula di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa, bergeser ke selatan karena pemekaran kota.

Akhirnya gedung yang kini jadi Balai Kota DKI itu jadi kantor pemerintahan Batavia. Namun bukan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang berkantor di situ, melainkan Burgemeester alias Wali Kota Gemeente Batavia.

Wali Kota Gemeente Batavia pertama adalah GJ Bisschop, yang memerintah pada tahun 1916-1920. Dikutip dari situs jakarta.go.id, pemerintahan Bisschop memberikan banyak perubahan sehingga namanya diabadikan jadi sebuah taman, Burgermeester Bisschoplein, yang kini dikenal dengan Taman Suropati. Semasa pemerintahannya, banyak jalan dan kanal dibangun di wilayah Batavia. Penduduk yang berasal dari Eropa pun dicatat.

Bisschop awalnya tinggal di kompleks Balai Kota. Hingga akhirnya dia mendapat rumah dinas di bangunan yang kini jadi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta.

Kemudian pada masa pendudukan Jepang di tahun 1942, kantor itu tetap dijadikan pusat pemerintahan Jakarta Tokubetsusi. Pejabatnya kala itu disebut Sityoo.

Meski RI memproklamasikan kemerdekaan pada 1945, Belanda masih mengakuinya. Belanda kembali menduduki Jakarta dan Gedung Balai Kota kembali jadi kantor Wali Kota Gemeente Batavia. Akhirnya, setelah Belanda mengakui kemerdekaan RI pada 1949, gedung itu jadi kantor Gubernur DKI Jakarta.

Kembali ke isu penampakan di Balai Kota, rupanya sosok itu nyata. Wanita tersebut tidak lain adalah Kepala Suku Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jakarta Barat Nuraini Silviana.

"Itu Ibu (saya), muka Ibu dibuat (edit) hitam, sedangkan kerudung dibuat rambut," kata Silvi, dalam pesan singkat saat dimintai konfirmasi.

Kepala Suku Dinas Koperasi UKM Dan Perdagangan Jakarta Barat Nuraini Silviana. Kepala Suku Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jakarta Barat Nuraini Silviana (Foto: dok. pribadi)
Silvi terkejut saat orang ramai-ramai membicarakan foto itu. Teman-teman Silvi, yang kebetulan ada di lokasi, mengirim foto yang viral itu.

"Itu foto bikin heboh di grup-grup WhatsApp. Ibu kayak terkenal," kata Silvi.

Silvi merasa fotonya telah diedit. Dia tidak tahu pengedit foto tersebut dan tidak menaruh dendam.

"Kalau dia punya hati yang baik, pasti akan datang," ucap Silvi.
(bag/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed