detikNews
Jumat 06 Juli 2018, 15:34 WIB

Anies Disibukkan Isu Capres, Sandiaga Mencari Cawapres

Ahmad Toriq - detikNews
Anies Disibukkan Isu Capres, Sandiaga Mencari Cawapres Anies-Sandi (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Isu usung-mengusung menjelang Pilpres 2019 kian dinamis. Dua pemimpin DKI ada di pusaran isu ini. Bedanya, Anies Baswedan terkesan pasif, sedangkan wakilnya, Sandiaga Uno, terlihat cukup aktif menjalankan tugas dari partainya.

Anies kini jadi komoditas hangat menjelang Pilpres 2019. Namanya muncul di sejumlah survei kandidat capres, dipasang-pasangkan, dan ditimang elite-elite partai.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid ingin 'menjodohkan' Anies dengan Ahmad Heryawan di Pilpres 2019. Di Partai Demokrat (PD), ada aspirasi duet Anies-AHY. Ada juga yang mengusulkan duet Anies-Puan Maharani. Sedangkan PKB mendengar sudah ada deklarasi duet Anies-Cak Imin.


Wapres Jusuf Kalla juga menempel Anies. Entah terkait Pilpres 2019 atau tidak, JK membawa Anies semobil ke acara halalbihalal NU dan Muhammadiyah.

Gerindra tak mau ketinggalan. Partai berlambang kepala burung garuda itu memantau perkembangan gubernur usungannya tersebut.

"Saya bicara sebagai kader Gerindra ya, tadi hasil pertemuan dengan Pak Prabowo ya pembicaraan dengan kader Gerindra dan beberapa teman di mitra koalisi, Pak Anies ini memang mencuri hati dan mencuri perhatian dari semua teman-teman dan di mana masyarakat juga dapat diterima," kata Sandiaga kepada wartawan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/2018).

"Tentunya ini menjadi catatan tersendiri dan Pak Prabowo dari awal menyatakan bahwa Pak Anies ini punya potensi ke depan," imbuhnya.


Bagaimana respons Anies?

Mantan Mendikbud Kabinet Kerja ini sebenarnya terkesan adem ayem. Beberapa kali ditanya soal kemungkinan naik gelanggang, Anies sempat menyatakan tugasnya adalah mengurus Ibu Kota.

"Wah, saya urus Jakarta dulu," kata Anies kepada wartawan di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (5/7).

Anies-Sandi.Anies-Sandi. (Marlinda Octavia Erwanti/detikcom)

Namun jawaban Anies tak stagnan. Jawabannya bermetamorfosis. Hari ini, jawaban mantan Rektor Paramadina itu lebih politis. Dia seolah lebih terbuka soal peluangnya berlaga merebut kursi di Istana.

"Saya garisbawahi betul bahwa kita atau saya dari awal menyampaikan, Pak Prabowo yang menentukan proses pencalonan gubernur pada saat kemarin bersama dengan Pak Salim, Pak Sohibul Iman, merekalah yang menentukan sehingga saya pun dalam menjalankan tugas selama ini mendasarkan pada mandat amanat yang ditugaskan dari mereka," kata Anies di Hotel Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/7).


Anies juga terbuka menerima dukungan. Anies menunggu takdir.

"Banyak tadi segala macam suara, tapi saya tidak ada komentar apa-apa, semua orang boleh mendoakan apa saja, biarkan Allah SWT menjalankan takdirnya," kata Anies di Hotel Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/7).

Lain Anies yang terkesan pasif, lain pula Sandiaga yang lebih aktif. Seperti kutipannya di atas, dia kerap berbicara sebagai kader Gerindra di sela tugasnya sebagai orang nomor dua di Jakarta.

Sandiaga memang punya tugas khusus dari Prabowo. Untuk Pilpres 2019, Sandiaga diberi posisi strategis sebagai Ketua Tim Komunikasi Internal Gerindra.

"Kemudian Pak Sandi juga sebagai salah satu pimpinan Gerindra juga terus mengadakan pertemuan. Pak Ferry Juliantono juga wakil ketua umum, jadi intensitas pertemuan kita sama hampir semua pihak," kata Prabowo.


Anies-Sandi.Anies-Sandi (Foto: dok. Instagram Anies Baswedan dan Sandiaga Uno)

Sandi pernah bicara soal tugasnya ini. Dia menegaskan tugasnya tak akan mengganggu amanah sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

"Saya rasa nggak (terganggu), selama Senin sampai Sabtu saya fokus (urus Jakarta) dan cuma minggu saya turun, dan pertemuan politik itu kita fokuskan pas lagi hari Minggu. Saya yakin nggak akan mengganggu," kata Sandi di Sipirock Coffee, Jl TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (31/3).

"Seandainya mengganggu saya juga bilang ke Pak Prabowo seandainya mengganggu kinerja saya, saya mohon izin untuk nggak bisa fokus mengurusi ini, karena pertama mandat warga Jakarta untuk saya itu mengurus Jakarta," imbuhnya.

Sandiaga terbilang aktif mencari cawapres Prabowo. Sejumlah nama pernah ia 'rayu'. Sandi pernah menggoda Susi, pernah juga disebut meminta restu JK untuk menjodohkan Anies dengan Prabowo. Ketum PPP Romahurmuziy bahkan menyebut Sandiaga pernah menawari Prabowo menjadi cawapres Jokowi, meski kemudian dibantah. Sandi juga menyebut sejumlah tokoh dipertimbangkan sebagai pendamping Prabowo, dari Zulkifli Hasan hingga Sri Mulyani.

Hingga kini, pencarian Sandi belum berakhir. Sedangkan spekulasi soal Anies juga terus berlanjut.
(tor/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed