detikNews
Kamis 05 Juli 2018, 20:32 WIB

COP: 14 Orang Utan Mati Tak Wajar di Area Tanjung Puting

Aditya Mardiastuti - detikNews
COP: 14 Orang Utan Mati Tak Wajar di Area Tanjung Puting Foto: Proses evakuasi bangkai orang utan di Kalteng (dok. Istimewa)
Jakarta - Temuan bangkai orang utan yang mengapung di kanal 7,8 km dari Taman Nasional Tanjung Puting, Seruyan, Kalimantan Tengah, rupanya bukan kali pertama. Centre for Orangutan Protection (COP) mencatat ada 14 temuan orang utan mati tak wajar selama 7 tahun terakhir di sekitar Tamnas Tanjung Puting.

"Centre for Orangutan Protection (COP) sangat menyayangkan kejahatan ini terjadi lagi karena kematian orang utan dipastikan ulah manusia. Di catatan COP setidaknya sudah ada 14 orang utan ditemukan mati tidak wajar (berupa mayat dan tulang-belulang) dari sekitar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP)," kata Manager Perlindungan Habitat COP Ramadhani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/7/2018).


Ramadhani menyebut selama kurun waktu 2011-2018 ini proses hukum terkait temuan 14 bangkai orang utan tak ada yang tuntas. Menurutnya, inilah yang membuat tak ada efek jera bagi para pelaku kekerasan terhadap orang utan.

"Temuan-temuan mayat orang utan yang diduga mati tidak wajar sebelumnya harusnya diusut secara tuntas hingga proses peradilan agar tidak ada lagi kasus pembunuhan terhadap orang utan. Kasus-kasus temuan kematian orang utan yang telah lalu banyak tidak tuntas akhirnya pelaku merasa tidak ada hukum yang berlaku," urainya.
Pemeriksaan barang bukti yg berasal dari STP 3 oleh SPORC Kalteng, Desember 2011.Pemeriksaan barang bukti yg berasal dari STP 3 oleh SPORC Kalteng, Desember 2011. (Foto: dok. COP)


"Kewibawaan KLHK dipertaruhkan dalam kasus ini. Ini adalah momentum pembuktian jika KLHK ada di negara ini," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, bangkai orang utan mengapung di kanal itu ditemukan telah membusuk. Diduga orang utan itu mati 1 sampai 2 minggu yang lalu.


Hasil nekropsi orang utan itu menunjukkan adanya kekerasan. Ada sejumlah luka termasuk luka tembak hingga luka bekas tusukan.

"Hasil X-Ray ditemukan peluru senapan angin di pinggang kiri 2, di jari tengah kaki kiri 1, di daerah kepala 2, di lengan kanan 2, ditemukan juga bekas patah tulang lengan kanan yang sudah menyambung," kata Field Director Orangutan Foundation International (OFI) Fajar Dewanto ketika dihubungi, Rabu (4/7).


(ams/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed